Dispussip Sumbawa Butuh Tambahan Mobil Perpuskel

Irin Wahyu Indarni (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Keberadaan perpustakaan keliling (Perpuskel) dihajatkan untuk mendekatkan bahan bacaan atau buku kepada masyarakat. Layanan ini terus dilakukan, termasuk oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Sumbawa. Meskipun armada (mobil Perpuskel) yang tersedia saat ini masihlah kurang untuk menyasar seluruh wilayah.

Perpuskel ini merupakan bagian dari pelayanan perpustakaan umum yang mengunjungi pembaca menggunakan kendaraan baik ke sekolah maupun desa. Kabupaten Sumbawa sendiri, terdapat dua unit mobil Perpuskel yang beroperasi. Tetapi dengan jumlah 24 kecamatan yang terdiri dari ratusan desa/kelurahan, masih sangatlah kurang.

Makanya, dinas setempat masih membutuhkan tambahan mobil untuk memaksimalkan layanannya. Karena layanan ini salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat.

“Kita masih membutuhkan tambahan mobil Perpuskel. Karena yang sudah tersedia baru dua unit. Pengadaannya juga sudah lama. Dan kami masih kurang kalau dilihat dari wilayah 24 kecamatan dengan ratusan jumlah desa dan kelurahan. Kalau mau dicover dengan dua kendaraan itu tidak mungkin,” kata Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni.

Menurutnya, untuk memaksimalkan layanan, pihaknya membutuhkan paling tidak 6 kendaraan Perpuskel. Sedangkan yang ada sekarang baru dua unit. Berarti dibutuhkan lagi tambahan empat unit. Hal ini akan coba diusulkan baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Jadi kita membutuhkan paling tidak 6 kendaraan saja. Ini kita masih dua, itupun sudah tua. Butuh tambahan 4 yang baru. Barangkali nanti kita minta

melalui APBD maupun pusat (APBN),” terangnya.

Selain mengoptimalkan Perpuskel, kata Irin, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kunjungan ke Dispussip. Berdasarkan data, sejak Januari hingga September 2019, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 33.913. Kunjungan didominasi oleh mahasiswa dengan jumlah 13.481, diikuti pelajar 10.170, umum 6.122, pegawai 4.121 dan TNI/Polri 19. Perbandingan kunjungan perbulannya fluktuatif atau naik turun. Tetapi dari data jumlahnya cukup tinggi.

“Untuk kunjungan naik turun. Tapi rata-rata cukup tinggi. Biasanya pada saat mendekati ujian serta MID Semester dan lainnya banyak kunjungannya. Yang paling banyak kunjungannya mahasiswa kemudian pelajar,” ungkapnya.

Adapun untuk meningkatkan minat baca, pihaknya juga melaksanaan berbagai kegiatan lomba. Diantaranya, lomba penulisan sejarah lokal dan pengolaan arsip OPD. Tahun ini pihaknya juga bekerjasama dengan lembaga Bahasa Inggris untuk melaksanakan lomba pidato, cerdas cermat, dan bercerita menggunakan bahasa inggris.

Kedepannya, pihaknya juga akan membangun Taman Literasi sebagai tempat untuk berekreasi sambil membaca. Upaya ini dimungkinkannya dapat meningkatkan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sumbawa. “Itu kemungkinan meningkatkan untuk kunjungan ke Dispussip,” harapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, pihaknya juga sangat berharap peran dari BUMN dapat memberikan bantuan kepada Dispussip melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satunya untuk peningkatan gemar membaca melalui perbaikan-perbaikan pelayanan serta fasilitas pendukung.

“Kita harapkan BUMN-BUMN yang ada di Kabupaten Sumbawa melirik pegembangan perpustakaan untuk masyarakat Sumbawa. Menyumbangkan CSR-nya untuk meningkatkan gemar membaca melalui perbaikan pelayanan, tempat dan lokasi,” pungkasnya. (ind/arn/*)