Keberadaan Kapal Badas – Surabaya Lahirkan Banyak Keuntungan

KMP Swarna Bahtera yang melayani rute Pelabuhan Badas, Sumbawa – Tanjung Perak, Surabaya. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa gencar mensosialisasikan keberadaan kapal penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) KMP Swarna Bahtera yang melayani rute Pelabuhan Badas, Sumbawa – Tanjung Perak, Surabaya kepada masyarakat. Sebab keberadaan kapal ini memberikan banyak keuntungan bagi pengusaha maupun masyarakat.

Kepala KSOP Badas, Anwar Musaddad menjelaskan, keberadaan KMP Swarna Bahtera sangat menguntungkan bagi masyarakat. Antara lain karena keberadaan kapal dapat memangkas biaya operasional truk-truk besar (fuso) yang selama ini dinilai cukup tinggi jika melewati tiga pelabuhan.

Rata-rata biaya operasional truk-truk besar yang mengangkut hasil pertanian dan peternakan dari Pulau Sumbawa menuju Surabaya mencapai Rp12 juta- Rp13 juta untuk sekali perjalanan. Dengan adanya kapal, biaya operasional dapat dihemat menjadi Rp6 juta sekali perjalanan.

Disebutkan Anwar, kapal dengan tonnase 4.538 dan panjang keseluruhan 93,6 meter ini dapat menampung penumpang 340 orang dan kendaraan sebanyak 23 truk dan 52 mobil. Adapun perkiraan jarak/waktu tempuh dari Sumbawa ke Surabaya mencapai 613 km atau 331 mil laut dengan kecepatan kapal 12-13 knot (mil/jam) dan perkiraan lama perjalanan 25 – 27 jam pelayaran.

Beberapa keuntungan dan manfaat

kapal, sebut Anwar, dapat menghemat biaya operasional armada dan menghemat waktu tempuh. Kemudian membuka peluang usahawan baru lintas daerah.  Membuka dan memperkenalkan daerah destinasi wisata baru, mengurangi kemacetan jalan raya lintas Sumbawa – Surabaya. Memudahkan distribusi barang dan jasa, menurunkan harga komoditi barang, memudahkan mobilisasi orang dan barang. Serta mengurai waktu tunggu untuk pemuatan barang di pelabuhan umum.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, mengatakan respon masyarakat sangat positif atas keberadaan kapal. Terbukti pada saat pelayaran perdana 29 September lalu, kapal terisi full muatannya. Bahkan, ada sekitar delapan truk yang tidak dapat diakomodir karena kapasitas maksimum kapal telah terpenuhi.

Bupati berharap, ke depan kondisi ini tetap dapat dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan baik dari segi jumlah penumpang maupun jumlah armada.

Bupati juga optimis dengan keberadaan kapal akan ada peningkatan keuntungan bagi pengusaha. Begitu pula masyarakat juga memperoleh harga barang yang relatif murah.

“Dengan adanya kapal ini, pengusaha dapat menekan biaya operasional seperti BBM, susut ban, biaya makan dan lain-lain, sehingga keuntungan dapat ditingkatkan dan masyarakat juga bisa memperoleh harga barang dengan lebih murah,” pungkasnya. (arn)