Pelayaran Perdana Badas-Surabaya Sarat Penumpang

Kapal Swarna Bahtera yang melayani rute Badas -Surabaya. (Suara NTB/humasntb)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Animo masyarakat terhadap long distance ferry atau kapal feri jarak jauh Swarna Bahtera rute Badas-Surabaya cukup tinggi. Kapal terisi penuh saat pelayaran perdana di Labuhan Badas, Minggu, 29 September  lalu. Bahkan terdapat delapan kendaraan truk yang tidak bisa terakomodir.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas, H. Anwar M, membenarkan hal tersebut. Saat berangkat, kapasitas kapal penuh sehingga banyak kendaraan yang tidak bisa naik ke atas kapal.

“Pelayaran perdana kemarin delapan truk yang ditolak. Artinya kapasitas  kapal yang besar itu sudah full, masih banyak lagi mobil yang belum bisa naik kapal. Artinya animo masyarakatnya begitu tinggi. Itu luar biasa, itu baru pertama.  Bagaimana kalau sebulan atau setahun berjalan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (30/9).

Dijelaskannya, berdasarkan pengawasan, kapal yang berangkat sekitar pukul 16.00 Wita tersebut terisi penuh. Muatannya seperti sembilan truk besar (TB) atau puso, 17 truk sedang (TS) dan

10 kendaraan kecil (KK) atau mobil pribadi. Jika nantinya kapal yang beroperasi lebih dari satu, maka kemacetan yang terjadi di beberapa pelabuhan akan terurai.

“Ini Pulau Jawa sama Pulau Sumbawa dirangkai oleh Kapal Swarna Bahtera. Tapi kalau sampai tiga kapal beroperasi di sini, kemacetan di pelabuhan Ketapang Gili-Manuk, Lembar Padang Bai, Kayangan-Tano, yang hampir setiap tahun, bisa  terurai,” terangnya.

Ia meyakini, beroperasinya Kapal Swarna Bahtera ini akan sangat berpengaruh terhadap beberapa hal. Pertama terhadap efektivitas  jarak tempuh dari Sumbawa ke Surabaya. Dari yang dulunya harus melalui enam pelabuhan, sekarang bisa langsung.

Kemudian berengaruh terhadap harga barang antara di Surabaya dan Sumbawa yang tidak berbeda jauh. Kehadiran kapal ini juga menjawab persoalan berkurangnya penerbangan di Sumbawa, karena merupakan angkutan masal yang biayanya terjangkau oleh lapisan masyarakat.

Selain itu, juga akan membuka pola bisnis baru serta dinamika pembangunan yang berpengaruh langsung terhadap perekonomian masyarakat Sumbawa. (ind)