Garuda Tak Lagi Beroperasi di Bandara Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Jadwal penerbangan (traffic) di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa  berkurang dari tiga kali menjadi dua kali.  Hal ini menyusul sudah tidak beroperasinya Garuda sejak awal Agustus lalu.

Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Sutarmin membenarnya hal tersebut. Tidak beroperasinya Garuda diakuinya sejak 1 Agustus lalu. “Sekarang tinggal Wings saja dua kali. Garuda 1 Agustus sudah tidak operasi,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 5 Agustus 2019.

Diakuinya, pihaknya tidak mengetahui alasan pihak Garuda tidak lagi beroperasi. Pihaknya juga belum bersurat, karena sampai saat ini belum ada surat resmi dari Garuda mengenai hal tersebut. “Alasannya kami belum tahu. Apakah alasan operasional mereka atau alasan yang lain. Karena belum ada surat resminya belum ada. Kami belum bersurat karena belum ada dasar kita untuk menindaklanjuti,” ungkapnya.

Dengan tidak beroperasinya garuda, kata Sutarmin, tentunya berpengaruh terhadap pengurangan traffic. Dari yang sebelumnya tiga kali sekarang menjadi dua kali. Guna mengantisipasi permintaan penumpang pihaknya sudah bersurat kepada pihak Wings supaya bisa menambah traffic. “Kondisi penerbangan jelas ada pengurangan traffic saja. Dari tiga kali menjadi dua kali sehari. Dan untuk antisipasi permintaan penumpang kemarin kita sudah bersurat ke Wings untuk menambah traffic. Mereka lagi mempertimbangkan, dan Insya Allah minggu depan tim dari Wings akan datang ke Sumbawa untuk tindaklanjuti itu,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Pemda Sumbawa terkait berkurangnya traffic ini. Diharapkan kepada masyarakat agar tetap bersabar. “Kita minta kepada masyarakat untuk bersabar,” tandasnya. (ind)