Kunjungi Sumbawa, KJRI Johor Jajaki Kerjasama Pariwisata

Penjabat Sekda, H. Muhammad Ikhsan, dan Konjen RI Johor Bahru bertukar cinderamata. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Johor Bahru Malaysia, pada Minggu,  28 Juli 2019 malam. Acara yang bertajuk Business Matching and Table Top Familiarisation Trip itu difasilitasi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, dihadiri pula, para Travel Agent dari Malaka dan Johor, Jurnalis TV 3 dan Gaya Travel Magazine, para Divers dan para pelaku usaha pariwisata Sumbawa.

Penjabat Sekda, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd, mengatakan kehadiran Konsulat Jenderal RI – Johor Bahru Malaysia beserta rombongan memiliki arti tersendiri bagi Pemkab Sumbawa yang saat ini sedang giat membenahi sektor kepariwisataan. Ada begitu banyak potensi di Kabupaten Sumbawa, pesona keindahan, mulai dari pulau-pulau kecil nan cantik, kehidupan bersahaja nan unik, sejarah dan budaya, hingga ke pesona bawah lautnya.

“Inilah surga baru bagi masyarakat kami, yang juga menjadi daya tarik tersendiri bukan hanya bagi para wisatawan, tetapi juga bagi para investor,” urainya.

Namun Bupati mengakui, untuk akses udara berupa penerbangan langsung menggunakan Pesawat Boeing dari Pulau Jawa ke Sumbawa hingga saat ini belum dapat terlayani. Sebab masih terkendala panjang landasan pacu yang belum memadai.

“Insya Allah, dalam satu-dua tahun mendatang, ikhtiar untuk menambah panjang landasan pacu ini akan segera dapat terwujud. Sedangkan untuk aksesibilitas darat pada koridor Pulau Bali – Pulau Lombok – Pulau Sumbawa hingga Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat ini sudah sangat memadai dengan transportasi yang sangat lancar serta tersedia selama 24 jam,” jelasnya. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi awal yang baik bagi terciptanya kerjasama yang lebih kongkret antara Pemkab Sumbawa dengan para pelaku usaha sektor pariwisata.

Konjen RI Johor Bahru, Zainul Idris Yunus menyampaikan kedatangannya membawa serta para travel agent, divers dan jurnalis yang ingin melihat secara langsung tempat-tempat wisata di Sumbawa, termasuk Pulau Moyo yang sudah dikenal dunia. Menurutnya, akses penerbangan dari Kualalumpur – Lombok – Sumbawa yang ada saat ini sudah cukup baik dan sangat bermanfaat untuk bisa terus mendorong kunjungan wisata dari Malaysia ke Sumbawa atau sebaliknya. Menurutnya, keindahan bawah laut di Sumbawa sangat menarik, bahkan anggota rombongannya sudah melakukan diving dan snorkeling di beberapa spot wisata Sumbawa.

Disampaikan pula, kunjungannya kali ini telah cukup memberikan gambaran tentang banyaknya pilihan destinasi wisata di Sumbawa. Meski demikian,diakuinya masih terdapat beberapa kekurangan terutama masalah infrastruktur penunjang, seperti kondisi jalan menuju air terjun Mata Jitu yang belum beraspal dan kurangnya sarana akomodasi.

“Masih kurang akomodasi, tetapi kekurangan ini bisa jadi kesempatan bagi para travel agent untuk menyampaikan bahwa di Sumbawa ada potensi investasi membangun resor baru dan menambah jumlah kamar karena ada minat teman-teman investor dari Malaysia untuk membangun resor di Sumbawa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyarankan agar semua spot wisata di Kabupaten Sumbawa dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa dunia. Sebagai upaya mempromosikan pariwisata Sumbawa ke dunia internasional. “Saya berkeyakinan bahwa pariwisata Sumbawa ini akan maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev dalam laporannya mengatakan bahwa kunjungan Konjen RI – Johor Bahru Malaysia ini dimaknai sebagai sebuah langkah awal untuk menjajaki langkah-langkah selanjutnya dalam mengembangkan pariwisata di Kab. Sumbawa.

“Ini adalah peluang besar, sehingga Saya berharap, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha di bidang pariwisata, terutama Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispopar sebagai leading sector yang membidangi masalah ini,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa kendala saat ini angka kunjungan wisman yang tercatat secara resmi ke Sumbawa masih rendah. Karena kebanyakan wisman yang berangkat dari Lombok langsung menuju spot wisata di Pulau Moyo, sehingga tidak banyak waktu bagi para wisman untuk bermalam di Sumbawa.

“Padahal selain Pulau Moyo, masih banyak potensi wisata yang menarik untuk dinikmati di Sumbawa, seperti Teluk Saleh yang baru saja ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia, dan air terjun 3 tingkat dengan ketinggian ratusan meter yang ada di Desa Marente. Selain itu, kami juga punya banyak atraksi budaya yang tidak kalah menarik,” imbuhnya.

Disampaikan pula bahwa hal-hal yang sudah dinikmati dan disaksikan oleh rombongan KJRI – Johor Bahru di Sumbawa akan meninggalkan banyak catatan. “Kami sangat bersyukur apabila catatan-catatan itu bisa menjadi catatan kritis yang menjadi energi tersendiri bagi kami untuk bisa melakukan hal-hal yang dapat menyempurnakan di kemudian hari,” pungkasnya. (arn)