Geser Kadis Pertanian Jadi Staf Ahli, Begini Penjelasan Bupati Sumbawa

Geser Kadis Pertanian Jadi Staf Ahli, Begini Penjelasan Bupati Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyebutkan setiap mutasi tidak pernah sentuhannya politik. Tetapi memang organisasinya harus disempurnakan karena banyak yang kosong. Dalam waktu dekat mutasi juga akan dilakukan, karena ada  pansel yang sedang berjalan. Dimana ada beberapa pejabat akan mengisi jabatan baru.

“Kaitan dengan mutasi sekarang ini kan banyak yang kosong karena pensiun dan lain sebagainya. Jadi tidak ada kaitan dengan politik,” ujarnya.
Namun, dalam mutasi tersebut ternyata muncul nama Talifuddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian. Talifuddin digeser menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Dari jauh-jauh hari yang bersangkutan sudah disuarakan publik akan menjadi target utama.

Hal itupun diakui oleh Bupati Sumbawa. Karena sebelumnya Bupati sudah sering menegur yang bersangkutan untuk tetap menjaga netralitasnya sebagai ASN. “Pasti. Karena dia sudah datang ke ruangan saya. Dan saya sering menegur agar jaga ASN nya. Saya tidak larang dia untuk menjadi calon (di Pilkada),” sebut Bupati.

Tentunya, kata Bupati, hal itu bukanlah pemberian sanksi. Yang bersangkutan dialihkan ke Staf Ahli supaya tidak lagi mempunyai kepentingan politik. Karena konflik kepentingan akan selalu terjadi jika yang bersangkutan masih berada di dinas. Apalagi dinas yang dipimpinnya bersentuhan dengan rakyat. Artinya upaya yang dilakukan untuk melindungi yang bersangkutan agar tidak melanggar terlalu jauh.

“Jadi kita menjaga dia agar tidak dipecat dari  ASN. Dia ASN kok, sebentar lagi dia pensiun. Maka saya minta silakan saja mengajukan mundur, kalau dia mau maju. Jangan tunggu sampai dia penetapan. Memang secara undang-undang di KPU itu nanti setelah penetapan dia tidak boleh lagi. Tetapi dia sebagai ASN melanggar. Dia minta saja pensiun dini, masih bisa cukup kok. Minta saja pensiun lebih awal dimungkinkan  itu kalau memang dia sudah yakin mau maju,” terang Bupati.

Sampai saat ini, diakui Bupati, belum ada permintaan pengunduran diri yang bersangkutan. Makanya Bupati lebih keras dalam sambutan untuk mengingatkan. Karena dirinya tidak menginginkan yang bersangkutan dipecat.

“Justru itulah makanya kita agak keras  bicara di podium mengingatkan dia saja. Karena ketika dia dipecat, Husni Djibril yang bertandatangan. Sementara Husni Djibril kalau maju, nanti dibilang Husni baru maju setelah Talif dipecat, kan lucu jadinya,” pungkasnya. (ind)