Kasus Balai Nikah Tetapkan Satu Tersangka, Jaksa Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa,  Reza Safetsila Yusa (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa terus melakukan pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka. Setelah satu tersangka ditetapkan, kini jaksa mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam proyek dimaksud.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa, SH menyampaikan, penetapan tersangka kasus ini baru dilakukan belum lama ini. Apakah adanya tersangka lain yang akan ditetakan, pihaknya belum bisa menyampaikan secara gamblang. Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari dan menemukan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

“Yang pasti kita akan melakukan pengembangan penyidikan terkait keterlibatan pihak lain atau pertanggungjawaban pihak lain. Kita lagi mempersiapkan tindakan hukum lain,” ujarnya, Kamis,  25 Juli 2019.

Dijelaskannya, dalam pengembangan penyidikan ini, sejumlah pihak terkait masih akan dimintai keterangan. Tindakan lainnya juga akan dilakukan, seperti rencana penyegelan bangunan. Namun terlebih dahulu pihaknya harus mempersiapkan dokumen-dokumen. Termasuk akan berkoordinasi dengan BPKP guna mengetahui kerugian negara dari pelaksanaan proyek.

“Nanti juga berkoordinasi dengan BPKP untuk mengetahui kerugian negara. Hal ini segera dilakukan,” terangnya.

Terhadap tersangka, diakuinya sebelumnya sudah tiga kali dipanggil saat berstatus sebagai saksi. Namun yang bersangkutan tak memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan. Tersangka juga akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika nantinya tersangka tidak juga memenuhi panggilan, maka pihaknya akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap yang bersangkutan.

“Nanti kita tetap akan memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka. Kalau tidak hadir, maka akan kita tetapkan DPO,” tukasnya.

Seperti diberitakan, Kejari Sumbawa menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka tahun 2018. Tersangka berinisial JS selaku wakil direktur CV. Samawa Talindo Resource sebagai pelaksana kegiatan pembangunan.

Penetapan tersangka ini karena pihak kejaksaan telah menemukan alat bukti dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan gedung bernilai Rp1,2 miliar lebih ini. Dalam pembangunan, realisasi fisiknya hanya sebesar 41,56 persen hingga berakhirnya masa kontrak. Sedangkan pencairan keuangan sudah dilakukan sebesar 100 persen. (ind)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.