Puluhan Hektar Padi di Sumbawa Terancam Puso

Ilustrasi kekeringan (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Puluhan hektar tanaman padi di wilayah Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, mengalami kekeringan. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya sumber air untuk mengairi lahan tersebut. Jika hal ini terus berlangsung, dikhawatirkan kedepannya akan terjadinya puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin kepada wartawan menyebutkan, terdapat sekitar 45 hektar tanaman padi di Desa Marente mengalami kekeringan. Kekeringan tersebut masih dalam kategori ringan.

Meskipun demikian, jika kondisi ini terus berlangsung maka tanaman padi setempat terancam puso. “Ada sekitar 45 hektar yang kekeringan di Desa Marente. Ini kekeringan ringan. Tetapi jika air tidak juga tersedia, maka terancam gagal panen,” ujarnya, Jumat, 28 Juni 2019.

Hal ini bisa saja terjadi, karena petani setempat sudah tidak memiliki sumber air untuk mengairi lahan mereka. Apalagi lokasi setempat juga belum terjangkau irigasi. Sedangkan hujan yang diharapkan untuk mengairi tanaman padi sudah tidak turun sejak Mei lalu.

Baca juga:  Kemarau Diprediksi hingga November

“Sekarang belum puso. Tetapi nanti kalau berlanjut tidak ada air bisa saja terjadi. Karena saluran ke sana juga tidak sampai. Sedangkan sejak ditanam 

hujan sudah tidak turun,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Talif, pihaknya sudah menghimbau para petani setempat untuk tidak menanam padi. Tetapi mengganti dengan tanaman yang tidak teralu banyak membutuhkan  air. Namun petani tetap menanam padi, karena pengalaman tahun padinya bisa panen. Karena musim penghujan masih berlangsung hingga bulan Juni.

“Berdasarkan pengalaman petani tahun lalu, tanamnya lebih awal, kemudian curah hujannya bulan Juni masih ada dan padinya selamat. Sehingga tahun ini ditanam. Tapi sekarang mundur tanamnya. Dan tidak pernah hujan dari Mei,” tandasnya.

Baca juga:  400 Hektare Vegetasi di Geopark Tambora Terbakar

Terhadap hal ini, petani juga sudah meminta jaringan irigasi untuk mengairi sawah mereka. Hanya saja pihaknya tidak bisa memenuhi dalam waktu dekat. Meskipun  demikian hal ini akan menjadi usulan untuk tahun 2020 mendatang.

Ia menambahkan, sementara ini baru di wilayah Desa Marente terdapat tanaman padi yang mengalami kekeringan. Pihaknya belum mendapatkan laporan untuk daerah lainnya. Tetapi ada beberapa wilayah lainnya yang berpotensi mengalami kekeringan, seperti wilayah Desa Penyaring dan Baru Kecamatan Moyo Utara, wilayah Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape dan Kecamatan Plampang. Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap ketiga wilayah ini. (ind)