Rp4 Miliar Mengendap di Kas Daerah, Tinggal Empat Desa Belum Cairkan DD di Sumbawa

Kepala BPKAD Sumbawa, Wirawan Ahmad (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2019 untuk Kabupaten Sumbawa masih mengendap di kas daerah sekitar Rp4 miliar. Pasalnya masih ada beberapa desa yang belum melakukan pencairan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbawa, Wirawan Ahmad, S.Si, M.T mengakui pihaknya sudah menyalurkan dana desa tahap pertama sekitar 96,43 persen. Sisanya masih berada di kas daerah karena masih ada beberapa desa yang belum mencairkan.

“Kalau untuk Kabupaten Sumbawa ada 4 desa yang belum ditransfer,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat,  21 Juni 2019.

Diungkapkannya, empat desa yang belum mencairkan yakni Desa Lape, Desa Jorok Utan, Ropang dan Jaya Makmur. Khusus Desa Lape dan Jorok Utan penyalurannya ditunda sesuai rekomendasi Inspektorat. Karena ada masalah pada pelaksanaan APBDes tahun 2018. Kemudian Desa Jaya Makmur belum ada rekomendasi dari DPMD karena belum menetapkan APBDes. Sedangkan Desa Ropang sudah ada rekomendasi dan sedang dalam proses penyaluran.

“Jadi hanya empat desa. Dua desa belum disalurkan karena ada rekomendasi penundaan Inspektorat, satu desa  belum menetapkan APBDes, dan satu desa masih dalam proses pencairan,” jelasnya.

Dari empat desa tersebut, lanjutnya, total dananya lebih kurang Rp4 miliar. Terhadap desa yang belum disalurkan dananya pihaknya meminta agar segera dibuatkan APBDes. Sedangkan terhadap dua desa yang ditunda pencairannya, pihaknya masih menunggu informasi dari Inspektorat. Apakah desa tersebut sudah menindaklanjuti temuan terhadap pengelolaan DD tahun 2018. (ind)