Sail Indonesia 2019, Sumbawa Tawarkan Jelajah Hiu Paus

Ilustrasi (Hiu Paus/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kabupaten Sumbawa sukses menjadi tuan rumah Sail Indonesia tahun 2018 lalu. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Pelabuhan Badas itu, disuguhkan sejumlah destinasi unggulan dan atraksi menarik. Di tahun 2019 ini, juga akan menawarkan sejumlah destinasi unggulan. Terutama menonjolkan wisata Hiu Paus yang populasinya hanya berada di perairan Teluk Saleh.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, M. Ec, Dev menyampaikan, pada Sail tahun lalu Sumbawa menjadi tempat pelaksanaan acara puncak. Namun para yachter tidak terlalu lama menjelajah. Sementara tahun 2019 ini, Sumbawa menjadi lokasi titik singgah, namun pihaknya ingin agar para yachter dapat menjelajah destinasi yang ada. “Kalau kemarin kita menjadi acara puncak, mereka tidak menjelajah terlalu lama. Sekarang kita menjadi titik singgah, tetapi  kita ingin mereka menjelajah,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dijadikannya Sumbawa sebagai titik singgah, maka pihaknya akan melakukan perubahan. Termasuk pola dan acara puncaknya. Hanya saja rancanangan sekarang sedikit berubah dan kepastiannya akan dilihat sejauh mana peran keberadaan Sumbawa sebagai titik singgal Sail. Meskipun demikian, pihaknya sudah mempromosikan tentang keberadaan Hiu Paus. Sehingga dimungkinkan nantinya para yachter juga mempunyai keinginan untuk menjelajahi Teluk Saleh.

“Dan kita sudah menjual ke mereka tentang Hiu Paus. Berarti Mereka tentu punya keinginan untuk menjelajah Teluk Saleh,” paparnya.

Dulunya, kata H. Iskandar, kegiatan puncak Sail Moyo Tambora dipusatkan

di Pelabuhan Badas. Saat malam puncak di di depan Kantor Bupati, para yachter yang mengikuti kegiatan sedikit.  Dari evaluasi yang dilakukan, salah satu pertimbangannya adalah karena mereka menggunakan pakaian pendek. Sementara dalam kegiatan, yang hadir menggunakan pakaian adat dan kebesaran. Namun di luar acara para yachter juga turun dari kapal layar mereka mendatangi sejumlah tempat.  Makanya pihaknya akan berupaya mengatur pola supaya nantinya para yachter juga tetap menjelajah dan juga menghadiri acara puncak.

“Kita ingin mereka tetap juga begitu, turun ke mana-mana menjelajah. Tetapi di acara puncaknya, acara yang kita undang mereka datang. Makanya kita atur polanya. Tapi acaranya seperti apa nanti kita coba konsultasikan lagi dengan EO dari pusat supaya menarik. Kan mereka juga menghendaki kita menarik, supaya setiap tahun ada singgah di Sumbawa,” jelasnya.

Tentunya, pelaksanaan Sail nantinya juga harus lebih menarik dari tahun sebelumnya. Meskipun dengan anggaran yang terbatas. Untuk itulah wisata Hius Paus akan ditonjolkan karena merupakan unggulan yang tidak tersedia di semua tempat. Disamping juga tetap mempersiapkan lokasi detinasi lainnya yang akan dijelajahi.

“Orang pusat meminta kegiatan untuk titik singgah di Labuhan Jambu. Maka kita tonjolkan Hiu Paus, karena itu keunggulannya. Itu yang tidak tersedai di semua tempat. Tempat lain sudah pasti. Karena mereka itu pasti menjelajah, turun ke darat itu di hari-hari yang lain,” tukasnya. (ind)