Langkah Awal Industrialisasi, Galeri Rumah Pajang Ekowisata Desa Batu Dulang Diresmikan

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan Kepala Dispopar Sumbawa memotong pita peresmian galeri rumah pajang, Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc meresmikan Galeri “Rumah Pajang” Ekowisata Desa Batu Dulang, Kecamatan Batulanteh, Senin, 27 Mei 2019. Peresmian ini diharapkan menjadi langkah awal industrialisasi di wilayah setempat. Sesuai visi dan konsep yang coba diperkenalkan serta disuarakan Pemprov NTB.

Hadirnya galeri ini juga diharapkan dapat mendorong nilai tambah produk unggulan di wilayah setempat, seperti madu hutan, kopi, jahe serta komoditi unggulan lainnya. Sekaligus mendukung keberadaan ekowisata Desa Batu Dulang yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir.

Dengan demikian, kemakmuran dan kesejahteraan tidak hanya mimpi tetapi menjadi kenyataan.

Gubernur mengatakan, peresmian galeri ini menjadi langkah awal. Seperti yang sering disampaikannya, perjalanan panjang selalu dimulai dari langkah pertama. Hal ini relevan dengan visi Pemprov NTB yakni konsep industrialisasi. Dimana industrialisasi ini tidak identik dengan pabrik-pabrik dan perusahaan besar. Tetapi sejatinya industrialisasi adalah adanya proses penambahan nilai di suatu tempat ataupun lokasi. Sehingga masyarakat lebih banyak terlibat dan akhirnya akan menghadirkan pekerjaan baru yang hakekatnya menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran.

“Jadi tidak ada desa, kabupaten, provinsi yang  akan mampu mencicipi kesejahteraan, kemakmuran tanpa industrialisasi,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Batu Lanteh, Batu Rotok, Tepal dan Batu Dulang tidak akan kaya jika  dalam dua atau lima tahun kedepan seterusnya hanya menjual produk kopi. Begitu juga dengan Indonesia termasuk Sumbawa tidak akan bisa maju jika dari lima atau sepuluh tahun lalu produk unggulannya tidak dikembangkan.

Karenanya, Gubernur berharap Dinas Perdagangan dan perindustrian mempunyai tanggung jawab mengelola industrialisasi ini. Lembaga keuangan dan BUMN juga harus mempunyai peta jalan dalam pengembangan dan keberlanjutan terhadap galeri yang diresmikan kedepannya. Sehingga tiga atau lima tahun kedepan, tidak hanya produk madu hutan yang dijual. Tetapi ada muncul peralatan terkait produksi madu hutan di Kecamatan Batulanteh ini. Kemudian ada obat yang komposisi utamanya dari madu hutan, ada madu sachet, dan bermacam-macam produk lainnya dari madu hutan.

Tanpa upaya tersebut, maka masyarakat tidak akan mencicipi kemakmuran dan kesejahteraan. “Jadi tugas dari lembaga keuangan itu adalah mencermati road map-nya, madu ini produknya apa saja. Kepala Dinas  Desa di provinsi saya berikan tugas untuk mengidentifikasikan produk unggulan di setiap desa, kemudian di-upgrade dengan teknologi untuk ditingkatkan nilai tambahnya di masa akan datang. Tugas pemerintah menyediakan SDM, karena walaupun kecil kelihatan madu hutan ini butuh orang yang piawai,”  jelasnya.

Industrialisasi ini tidak mungkin bisa berjalan hanya dengan pidato. Tetapi membutuhkan lebih banyak insinyur dan pelatihan-pelatihan dari BLK. Hal ini harus dikelola secara professional, dan itulah tugas dari SIKIM dan STP. Makanya semua pihak harus meningkatkan nilai tambah dari madu ini kedepannya.

“Hanya dengan pendidikan, SDM industrialisasi itu bukan mimpi tapi nyata. Oleh karena itu saya berharap industrialisasi ini serius. Mudah-mudahan tetap ada permen susu,  tetap ada madu hutan, tetapi kita punya road map kedepan dengan madu hutan yang ada sekarang. Produk turunan apa yang ada di masa yang akan datang. Ini betul-betul langkah awal. Baru maju ini kalau memang ini disebut industrialisasi itu kayak begini. Oleh karena itu  saya ingin betul-betul kepala Dinas perindustrian betul-betul memahami konsepnya dengan baik, sehingga semua desa ada begininya. Nggak mungkin jadi begini tanpa ada intervensi dari institusi keuangan. Kalau begini dengan tidak banyak, harganya lebih kompetitif,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa H. M. Husni Jibril, B.Sc dalam sambutannya berharap diresmikannya rumah pajang ekowisata ini dapat menjadi pintu gerbang bagi upaya peningkatan kualitas SDM serta perkembangan perekonomian masyarakat di kecamatan Batu Lanteh. Mengingat potensi ekonomi dan wisata di desa Batu Dulang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

  1. Husni menyampaikan terdapat beberapa komoditi unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan di desa Batu Dulang diantaranya adalah kopi robusta dan madu hutan, yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata bagi wilayah ini, sehingga beliau berharap bank BRI sebagai salah satu mitra pemerintah dapat terus berkontribusi dan bersinergi bersama pemerintah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di kecamatan Batu Lanteh, termasuk kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa. (Ind/arn)