Safari Perdana di Labangka, Wabup Sumbawa Serahkan Bantuan

Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah menyerahkan bantuan Pemkab Sumbawa kepada pengurus masjid dalam safari perdana di Labangka, Kamis,  9 Mei 2019. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Safari Ramadhan Perdana Pemkab Sumbawa tahun 1440 H di desa Sekokat Kecamatan Labangka, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah secara simbolis menyerahkan beberapa jenis bantuan kepada masyarakat Labangka, Kamis,  9 Mei 2019 malam. Bantuan-bantuan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Labangka.

Mo, panggilan akrab Wabup, menyatakan, kegiatan safari Ramadhan memang dihajatkan untuk mempererat silaturrahim. Memantau langsung realisasi pembangunan, sekaligus melihat kendala, hambatan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Adapun bantuan yang diserahkan Wabup yaitu bantuan untuk Masjid Miftahul Jannah senilai Rp20.000.000, peningkatan jalan SJP-Labangka 3 sepanjang 3,15 km senilai Rp3.725.000.000, pembangunan dam Kokar Bawa desa Sekokat senilai Rp116.250.000, pembangunan sumur di dusun Beringin Jaya desa Labangka senilai Rp32.550.000, 2 unit kapal penangkap ikan 3 GT masing-masing untuk desa Labangka dan desa Suka Mulya, 10 unit jaring tasi 3,5 inch, 1 paket bibit ikan, dan bantuan pembentukan POKWASMAS juga untuk desa Suka Mulya.

Sementara itu, terkait permasalahan yang terdapat di Desa Sekokat berupa kurangnya lampu penerangan jalan, Wabup tegas memerintahkan dinas terkait segera mengambil tindakan. Wabup meminta permasalahan tersebut harus terselesaikan sebelum bulan Ramadhan berakhir, agar pelaksanaan ibadah sholat berjamaah dan sholat tarawih tidak terganggu. Hal itu  merupakan wujud keseriusan pemerintahan Husni – Mo’ untuk merealisasikan kewajiban selama 3 tahun lebih memimpin Sumbawa.

Sebelumnya, Ustadz Satiham Mansyukriawan, S.Pdi dalam uraian hikmah Ramadhan yang disampaikannya menerangkan bahwa tujuan Allah Swt memerintahkan manusia untuk berpuasa adalah untuk meraih taqwa. Karena adakalanya orang berpuasa bukan karena Allah SWT, tetapi untuk tujuan duniawi, seperti kesaktian, diet untuk kesehatan, perdukunan dan tujuan lainnya. Disampaikan bahwa taqwa dapat diraih melalui sikap dalam menjalani puasa, karena puasa tidak cukup hanya dengan menahan makan, minum dan seks tetapi juga sikap dan prilaku yang baik. (arn)