Banyak Petahana Tumbang, DPRD Sumbawa Didominasi Wajah Baru

Jajaran KPU dan Bawaslu Sumbawa berpose bersama usai merampungkan rapat pleno rekapitulasi tingkat Kabupaten. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – KPU Sumbawa, telah merampungkan Pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat kabupaten Sumbawa, Jumat,  3 Mei 2019 malam.  Mengacu hasil rekapitulasi, banyak caleg petahana yang tidak terpilih kembali. Artinya, DPRD Sumbawa untuk lima tahun kedepan, lebih banyak diisi pendatang baru ketimbang petahana.

Seperti halnya di Dapil 1 meliputi Kecamatan Sumbawa, Moyo Hilir dan Moyo Utara, dari 9 kursi, hanya tiga caleg petahana yang bertahan, enam kursi lainnya diisi pendatang baru. Lengkapnya, sembilan kursi di Dapil I, Kursi 1 dari Partai Gerindra, Drs. Mohamad Ansori yang meraup 2.879 suara dari 8.872 suara partai (pendatang baru). Kursi 2 dari PDI Perjuangan Edy Syah Riansah, S.E dengan 1.625 suara dari 5.494 suara partai (pendatang baru). Kursi ketiga dari PKS, Adizul Syahabuddin, S.P yang meraup 1.703 suara dari 5.473 suara partai (petahana). Kemudian kursi 4, 5, 6, dan 7 diborong pendatang baru. Masing-masing dari Partai Nasdem, Yuliana mendapat 1.451 suara dari 5.305 suara, Achmad Fachry dari PAN 1.829 suara dari 5.110 suara partai, Gahtan Hanu Cakita dari Partai Golkar 1.681 suara dari 4.828 suara partai, dan Ridwan, S.P, dari PKB  1.153 suara dari suara partai 3.984. Sedangkan kursi 8 dan 9 diisi petahana, masing-masing M. Yamin, S.E dari Partai Hanura 2.045 suara dari suara partai 3.514 dan Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si dari Partai Demokrat dengan suara 2.078 dari 3.170 suara partai.

Berikutnya di Dapil 2, dari 10 kursi, 5 kursi diisi pendatang baru dan 5 kursi diisi petahana. Rinciannya kursi 1, 2,5,8 dan 9 menjadi jatah pendatang baru.  Masing-masing kursi 1 diisi Abdullah dari PDIP dengan suara 1.468 dari 8.207 suara partai,  Nanang Naziruddin, S.AP dari PKS 1.992 suara dari 6.679 suara partai, Hasanuddin, SE dari Partai Berkarya 1.485 suara dari 5.033 suara partai, Sukiman K, S.Pd.I dari PKB 1.463 suara dari 4.676 suara partai, Ahmad Adam dari PPP 2.554 suara dari 4.390 suara partai. Sementara kursi 3,4,6,7 dan 10 masih diisi petahana. Masing-masing  Edy Syarifuddin dari Partai Nasdem 2.044 suara dari 6.226 suara partai, Ahmadul Kusasi, S.H 1.683 suara dari 5.534 suara partai, Syaripuddin, S.Pd  dari Partai Gerindra 1.230 suara dari suara 4.797 suara partai, Muhammad Yasin, S.AP dari Partai Demokrat 1.569 suara dari 4.765 suara partai, dan H. Mustajabuddin dari PAN 1.686 suara dari 4.213 suara partai.

Bergeser ke Dapil 3, dari total 9 kursi, hanya tiga kursi yang diisi petahana. Yakni kursi 1 dan 6 dan 9, masing-masing M. Faisal, S.AP dari Partai Gerindra 2.580 suara dari 6.546 suara partai, Budi Kurniawan, S.T dari Partai Demokrat 2.065 suara dari 4.837 suara partai, dan Muhammad Nur, S.Pd.I dari PPP 1.370 suara dari 2.999 suara partai. Sedangkan kursi 2,3,4,5,7, dan 8 diisi oleh pendatang baru. Masing-masing Hj. Jamila, S.Pd., SD dari PDIP 1.892 suara dari 6.206 suara partai, Syaifullah, S.Pd dari PKS 1.823 suara dari 6.001 suara partai, H. Ruslan dari PKB 1.973 suara dari 5.926 suara partai, Syahrul, S.E dari Partai Nasdem 1.935 suara dari 5.081 suara partai, Irwandi dari Hanura 1.537 suara dari 4.664 suara partai, dan Hasanuddin HMS dari Partai Golkar 1.026 suara dari 3.787 suara partai.

Hasil perolehan di Dapil 4 sedikit berbeda. Pada Dapil ini, Petahana masih menunjukkan taringnya, karena dari 11 kursi, 8 diantaranya masih menjadi milik petahana yakni kursi 1, 3,4,5,6,8,9, dan 11. Masing-masing Abdul Rafiq dari PDIP 4.417 suara dari 10.595 suara partai. Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumbawa ini berpeluang besar menjadi Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa. Kemudian Berlian Rayes, S.Ag dari Partai Golkar 1.726 dari 6.683 suara, Ismail Mustaram, S.H dari PPP 1.748 suara dari 5.873 suara partai, Bunardi, A.Md.Pi dari Nasdem 1.498 dari 4.604 suara partai,H. Salman Alfarizi, S.H dari PAN 1.832 suara dari 3.984 suara partai, Basaruddin, S.Ap dari Partai Demokrat 1.235 suara dari 3.233 suara, Cecep Lisbano, S.IP.M.Si dari Hanura 2.204 dari 3.144 suara partai,  dan Muhammad Saad, S.AP dari PKPI 1.925 dari 2.863 suara partai. Sedangkan kursi 2,7 dan 10 masing-masing diisi M. Tahir dari Partai Gerindra 2.202 suara dari 7.474 suara partai, Gita Liebano, S.H., MKn dari PDIP 2.640 suara dari 3.522 sisa suara partai, dan  Sri Wahyuni dari PKB 812 suara dari 3.128 suara partai.

Sedangkan di dapil 5, dari 6 kursi 4 diantaranya diisi pendatang baru dan 2 kursi petahanan. Pendatang baru mendapat kursi 1,4,5, dan 6, masing-masing Dra. Saidatul Kamila Djibril dari PDIP 2.906 suara dari 6.367 suara partai, Sri Wahyuni dari Demokrat 1.549 suara dari 3.846 suara partai,  Indradiawan, S.Pd dari PKS 1.181 dari 3658 suara partai, dan Junaidi dari PPP 1.198 suara dari 3.305 suara partai. Sedangkan petahana mendapat kursi 2 dan 3, masing-masing Hamzah Abdullah dari Gerindra 1.647 suara dari 4.517 suara partai, dan Ida Rahayu, S.AP dari PAN 1.868 suara dari 4.200 suara partai.

Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Muhammad Wildan, M.Pd kepada wartawan, Sabtu (4/5) lalu menyampaikan, proses pelaksanaan Pemilu 2019 telah rampung pada tingkatan akhir khusus di tingkat kabupaten. Prosesnya berjalan lancar aman tertib dan kondusif. “Alhamdulillah prosesnya langsung dengan penutupan rapat pleno dan diberikan semua salinan DB1 dan DB berita acara pelaksanaan rekapitulasi rapat pleno dan hasil rekapan tingkat kabupaten semua jenjang. Baik DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD maupun presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Wildan, dilaksanakan rekapitulasi di tingkat kecamatan dengan dua tingkat rekapitulasi. Yakni rekapitulasi tiap TPS dalam satu wilayah desa/kelurahan. Hasilnya dituangkan dalam DA A1 plano dan DA A1 salinan yang diberikan baik kepada para saksi dan kepada Panwascam. Kemudian rekapitulasi tiap-tiap desa/kelurahan pada wilayah kecamatan. Hasilnya adalah form DA 1 plano dan form DA1 salinan yang juga diberikan kepada para saksi dan Panwascam. Prosesnya ada yang berlangsung 2 hari hingga 12 hari. Yang paling lama yakni Kecamatan Sumbawa. Kemudian, dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat kabupaten selama lebih kurang 5 hari yang dimulai dari 29 April hingga 3 Mei.

“Data yang kami peroleh berjenjang dari rekapitulasi kecamatan sampai dengan rekapitulasi kabupaten. Data itu benar-benar merupakan data yang bersih dan benar.  Semua persoalan dan isu yang menyebar bahwa ada penggelembungan suara itu sudah selesai di tingkat kecamatan. Bahkan sampai dilakukan penghitungan ulang untuk membuktikan kebenarannya. Sedangkan di tingkat kabupaten, apabila ada persoalan kekeliruan, salah input kita buktikan kepada para saksi. Sampai kita buka kotak kita tampilkan DAAI 1 plano, DA1 plano, produk dari rekapitulasi di kecamatan kita semua terbuka kepada masyarakat, para saksi dan Bawaslu bahwa kita benar-benar menjamin kebersihan dan ketepatan data yang kami dapatkan,” terangnya.

Tahapan berikutnya, lanjutnya, akan dilakukan rekapitulasi di tingkat provinsi. Penetapan calon terpilih nantinya secara nasional diagendakan oleh KPU RI, paling telat tanggal 29 Mei mendatang. (ind/arn)