Wagub NTB Minta Sumbawa Kejar Ketertinggalan

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan Sekda Sumbawa saat memberikan arahan pada rapat sinkronisasi program pembangunan kepariwisataan. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, mengakui pengembangan destinasi pariwisata di Sumbawa belum maksimal karena terkendala infrastruktur dan akses transportasi. Namun, potensinya menjanjikan. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pun meminta Pulau Sumbawa khususnya Sumbawa bisa mengejar ketertinggalan di bidang pariwisata.

Hal itu terungkap dalam Rapat kerja singkronisasi program pembangunan kepariwisataan NTB, di kantor Bupati Sumbawa, Kamis, 27 Desember 2018. Sumbawa sudah mulai membenahi pariwisatanya. Dengan melirik pengembangan sejumlah destinasi. Dalam tiga tahun kepemimpinannya, pariwisata Sumbawa terlihat menjanjikan.

“liat dari fakta yang ada. Setiap kita terbang, pesawat dari yang dan ke Sumbawa selalu ramai. Hampir tiap hari penuh terisi. Sebagian besar penumpang dengan tujuan wisata. Melihat Pulau Moyo, Samota, Teluk Saleh. Bahkan Samota kini jadi viral. Liat sunset dari Samota indah sekali,” terangnya.

Namun, Bupati berharap kepada Gubernur dan Wagub NTB untuk membantu dari sisi infrastruktur jalan. Dalam tiga tahun terakhir Sumbawa memang mendapatkan suntikan dana dari pusat tak kurang dari Rp250 Miliar untuk pembangunan jalan. Tetapi angka itu belum seberapa, mengingat banyaknya wilayah terutama selatan Sumbawa yang butuh sentuhan.

“Saya sudah berupaya bangun jalan hotmix sampai ke Punik (Batulante). Kami lanjutkan lagi mesti dengan pengerasan dulu sampai wilayah selatan. Sumber ekonomi kita di wilayah selatan sangat menjanjikan. Kenapa tidak kita kembangkan. Mudah mudahan infrastruktur jalan ini bisa dibantu (provinsi). Kaitan dengan pembangunan dermaga Teluk Santong kami juga sudah datangi Kementerian Kemaritiman. Mudah mudahan bisa direalisasikan,” sebut Husni, seraya mengeluhkan pula soal kekurangan air bersih dan listrik di daerah wisata.

Terkait transportasi, pihaknya berharap ada penambahan frekuensi penerbangan ke Sumbawa. Tidak harus pesawat besar. Cukup pesawat kecil yang penting frekuensinya ditambah. Transportasi laut, memang sudah ada pelayanan kapal cepat dari Pantai Goa. Namun mesti ditambah. Selain itu, promosi pariwisata, Pulau Sumbawa juga tertinggal dari Pulau Lombok. “Saya titip harapan ke Wagub NTB dan Kadis Pariwisata NTB perhatikan sumbawa,” tukasnya.

Rohmi pun menegaskan pariwisata Pulau Sumbawa harus bisa mengejar ketertinggalan Pulau Lombok. Memang butuh pembiayaan besar, nnamun harus dilakukan. Harapan Bupati pun sama dengan harapan Pemprov.

Impiannya kedepan, Samota siap untuk dijual kepada masyarakat dunia. Termasuk di dalamnya potensi Teluk Saleh dan Pulau Moyo. Meski diakuinya pula akses transportasi masih susah. Maknya dalam jangka waktu dekat, aksesibilitasi ini harus dipikirkan.

“Percuma indah kalau tidak bisa dijangkau. Bupati sendiri sudah berikhtiar. Saya dengan Pak Gubernur juga tidak berhenti (berikhtiar). Sesuatu yang besar memang butuh waktu dan perencanaan yang baik dan matang. Apalagi mengingat keterbatasan anggaran, sehingga mesti dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.

Kunjungannya ini dengan membawa serta sejumlah Kepala OPD terkait sebagai pembuka. Setelah ini, semua kepala OPD akan berkorodinasi secara berkelanjutan. Dalam mensingkronkan pembangunan. Sebab pembangunan itu sulit dilakukan kalau tidak nyambung. Apalagi pariwisata sebagai salah satu andalan NTB selain pertanian dan perdagangan. Maka, kalau bicara pariwisata, lingkungan juga mesti menjadi prioritas. (arn)