40.291 Jiwa Terdampak Banjir Sumbawa

Mataram (suarantb.com) – Hingga, Jumat, 10 Februari 2017, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB jumlah korban terdampak banjir Kabupaten Sumbawa mencapai angka 40.291 jiwa. Puluhan ribu warga ini tersebar di tujuh kecamatan. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTB, Muhammad Rum.

Tujuh kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Labuhan Badas, Empang, Tarano, Sumbawa dan Kecamatan Unter Iwes dengan total 31.670 jiwa atau 8.375 KK terdampak. Dimana untuk lima kecamatan ini banjir telah berangsur surut.

Dua kecamatan lainnya, Kecamatan Moyo Utara warga terdampak sebanyak 5.669 jiwa atau 1.402 KK dan Moyo Hilir 2.952 jiwa terdampak. Hingga Jumat sore, dua kecamatan ini masih tergenang air dengan ketinggian 30-70 sentimeter. Sementara untuk masyarakat yang mengungsi kembali ke rumah saat siang hari. Namun, mereka akan kembali ke lokasi pengungsian seperti masjid dan fasilitas umum lainnya jika air kembali naik.

Baca juga:  Ratusan Miliar Dana Bencana Mengendap Jadi Catatan BPKP

“Untuk pengungsi yang terisolir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir masih bertahan di rumah-rumah panggung baik milik pribadi atau tetangga. Akses kendaraan ke sana tidak bisa, hanya bisa dengan perahu karet bermesin jika air tinggi,” jelasnya.

Untuk bantuan, BPBD NTB telah melakukan tiga kali distribusi. Pengiriman pertama berupa 300 dus air, 120 paket lauk pauk, 60 paket tambahan gizi, 25 lembar selimut, 20 paket pakaian anak, 50 paket perlengkapan keluarga, 10 paket hygiene kit, 10 paket sandang, dan 25 lembar matras. Pengiriman kedua berupa 300 dus air mineral dan 300 dus mi instan.

Baca juga:  Daerah Rawan Bencana, NTB Harus Punya Mitigasi Bencana yang Baik

Distribusi bantuan ketiga dikirim hari ini berupa 400 dus mi instan, 300 dus air mineral, 250 lembar karung, 400 lembar selimut dan 20 buah sekop. Bantuan bersumber dari dana siap pakai siaga banjir dan longsor serta stok gudang (buffer stock). Selain itu bantuan juga bersumber dari dana tanggung jawab sosial PT AMNT, BTN dan BTPN yang berupa bahan makanan juga telah didistribusikan. (ros)