Tim Gabungan Amankan Kayu di Hutan Kanar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tim patroli gabungan yang teridiri dari anggota KPH Puncak Ngengas Batulanteh, TNI dan Polri terus menggiatkan patroli guna memberantas pembalakan liar yang terjadi di Sumbawa. Baru-baru ini tim mengamankan 1,5 kubik kayu olahan jenis jati dan mahoni di wilayah Kanar, Kecamatan Labuhan Badas.

Kepala KPH Puncak Ngengas Batulanteh, Julmansyah, S. Hut yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 8 Januari 2017 menyampaikan, kayu tersebut ditemukan di kawasan hutan Batulanteh blok Kanar. Dimana tim melakukan patroli pada Kamis, 5 Januari 2017 sekitar pukul 14.00 Wita.

“Kayu tersebut tidak ada pemiliknya. Tetapi ada orang tempat dititip. Untuk tindak lanjutnya, kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan ini merupakan patroli gabungan rutin. Sebagai bentuk tindaklanjut MoU antara Gubernur, Kapolda, Danrem, dan Kajati. Dimana di Sumbawa, dengan kerjasama yang cukup baik antara pihak KPH dengan TNI dan Polres bergerak cepat menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami di Sumbawa akan lebih efektif, karena sudah ada Satgasnya yang dibentuk oleh Gubernur. Kami lebih cepat bergerak di Sumbawa, karena kerjasama antara KPH, TNI dan Polri cukup baik,” tukasnya.

Sementara Kabag Ops Polres Sumbawa, Kompol Yusuf Tauziri yang ditanyai mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kepala KPH untuk tindaklanjut kayu temuan tersebut. Kayu tersebut sudah diamankan di Polres. Mengenai adanya orang yang diduga sebagai pemilik kayu, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita menemukan saksi yang mengetahui diduga pemilik kayu temuan itu. Kita akan melakukan penyelidikan. Yang diduga sebagai pemilik akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Saat ini, sambungnya, untuk sementara kayu-kayu tersebut masih berstatus kayu temuan. Untuk lebih jelasnya nanti, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa. “Lebih jelasnya nanti setelah penyelidikan. Perkembangannya seperti apa nanti akan kami informasikan,” pungkas Yusta. (ind)