Warga Poto Tano Senang Desanya Dipermak Jadi ‘Lawang Desa’

Penampakan pesisir Desa Poto Tano yang mulai tertata rapi setelah dibangunnya tanggul penahan ombak dan akses jalan mengitari desa. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Penataan desa Poto Tano menjadi ikon gerbang Pulau Sumbawa disambut suka cita warga desa setempat. Mereka mengaku sangat senang dan siap mendukung setiap pembangunan pemerintah yang akan ditempatkan di desa mereka nantinya.

Uwak Ipin, salah satu warga desa Poto Tano mengatakan, dirinya tidak pernah membayangkan sebelumnya seperti apa desanya akan  dipermak oleh pemerintah. Bahkan ketika sekitar 2 tahun lalu diadakan sosialisasi, ia dan warga lainnya hanya menyatakan setuju saja dan siap mendukung. “Dulu memang ada juga (warga) yang mengeluh. Tapi kebanyakan warga setuju. Dan sekarang ini belum selesai, saya pribadi yakin desa kami pasti akan lebih bagus lagi nantinya,” katanya kepada Suara NTB, Sabtu,  7 Desember 2019.

Saat ini penataan desa Poto Tano menjadi ‘Lawang Desa’ memang belum mencapai 50 persennya. Namun sejumlah bangunan sudah mulai ditempatkan. Mulai dari perumahan nelayan, penataan lingkungan hunian warga menyesuaikan tata ruang, akses jalan, tanggul penahan ombak hingga dermaga sandar sampan nelayan serta dermaga pariwisata sudah bisa dinikmati warga.

Menurut uwak Ipin, sebelum fasilitas-fasilitas itu dibangun wajah desanya terlihat kumuh. Pada bagian ujung desa yang berbatasan dengan tanggul penahan ombak, warga seenaknya membuang sampah. “Nah sekarang kita sudah tidak mau lagi buang sampah di situ, karena katanya akan dibangun taman. Apalagi tanggul desa kami sudah diperbaiki bahkan jalannya sudah hotmix,” timpalnya.

Ia mengaku, beberapa kali oleh petugas pemerintah (pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa Barat, red) pernah memperilhatkan gambar utuh desanya jika sudah selesai ditata. Uwak Ipin pun menyatakan perasaan takjubnya. Baginya, jika benar seluruh fasilitas yang direncanakan pemerintah dalam gambar itu dibangun, maka desa Poto Tano akan menjadi desa idaman seluruh masyarakat KSB. “Pasti akan banyak pak yang mau pindah dan tinggal di desa kami ini. Masyaallah indah betul kalau lihat gambarnya,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini penuh semangat. (bug)