Lagi, PETI di Wilayah Selatan KSB Ditertibkan

Aparat kepolisian saat menertibkan PETI dan gelondong yang berada di Kecamatan Sekongkang. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Aparat gabungan dari Polres Sumbawa Barat, kembali menertibkan paksa terhadap lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah selatan KSB, Kamis, 28 November 2019. Penertiban paksa dilakukan, menyusul aktivitas penambangan emas ilegal yang beberapa waktu lalu sempat ditutup paksa.

‘’Penertiban paksa yang kita lakukan bukan kali ini saja. Melainkan sudah sering. Tetapi masih tetap ada juga penambang yang ngeyel dengan alibi tidak memilki pekerjaan,’’ tegas Kapolres KSB, AKBP Mustofa SIK, MH kepada Suara NTB, Jumat, 29 November 2019 kemarin.

Meski demikian, penertiban tetap dilakukan, Karena warga melakukan penambangan emas di wilayah yang menjadi konsesi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). ‘’ Kami tidak akan memberikan toleransi lagi jika mereka tetap saja melakukan aktivitas penambangan apalagi wilayah itu merupakan daerah konsesi,’’ tegas Mustofa.

Baca juga:  Ironi PETI di Lahan Konsensi; Ditutup Tanpa Opsi, Industri Turunan Jadi Solusi

Dikatakannya, upaya penertiban yang dilakukan saat ini merupakan penertiban paksa kesekian kalinya. Bahkan, pada saat dilakukan penertiban secara paksa di tahun 2018, tercatat ada ratusan lubang penambangan ilegal yang sudah ditutup oleh petugas. Juga puluhan mata gelondong juga dikubur agar tidak ada lagi yang menambang secara liar.

Sementara para pelaku penambangan yang didapati berada di lokasi hanya diberikan imbauan dan diingatkan untuk tidak lagi melakukan penambangan ilegal. Di wilayah Kecamatan Sekongkang, sudah dua kali dilakukan penertiban paksa. Untuk itu, pihaknya berharap supaya penertiban yang dilakukan Kamis (28/11) menjadi penertiban yang terakhir.

Sedangkan di wilayah lain, masih dilakukan sosialisasi baik itu rencana penertiban dan sosialisasi dampak dari penggunaan merkuri.. Para Bhabinkamtibmas yang ada di masing-masing desa juga sudah diinstruksikan untuk tetap melakukan upaya persuasif kepada para penambang untuk bisa beralih menekuni pekerjaan lain.

Baca juga:  Ironi PETI di Lahan Konsesi; Tegas Tanpa Harus Keras

Jika metode tersebut tidak kunjung memberikan hasil yang maksimal baru dilakukan upaya penertiban paksa. Bahkan saat ini sudah ada tim yang dibentuk oleh Polda untuk mengatensi masalah pencemaran merkuri yang sudah berada di atas ambang batas. Karena jika dibiarkan, maka dampak beberapa tahun yang akan datang akan semakin parah. ‘’Bahaya dari merkuri ini tidak langsung kita rasakan sekarang. Melainkan beberapa puluh tahun yang akan datang. Maka dari itu, upaya penertiban sudah harus dilakukan agar pencemaran merkuri tidak semakin meluas,’’ ujarnya. (ils)