Disbudpar KSB Kebut Persiapan Festival Taliwang

Ratusan penari yang sedang latihan untuk persiapan puncak Festival Taliwang. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mengebut persiapan pagelaran kegiatan Festival Taliwang tahun 2019. Agenda perhelatan budaya terakbar yang bertepatan dengan puncak peringatakan Harlah KSB ke-16 itu akan digelar 20 November mendatang.

Kepala Disbudpar KSB Ir. IGB Sumbawanto, M.Si menjelaskan, saat ini persiapan pagelaran budaya dengan mengusung tema festival lumpur itu sudah hampir 80 persen. Baik untuk venue pertunjukan maupun kesenian yang akan dipertunjukkan selama festival berlangsung nantinya. “Ya posisi hari ini pesiapan kita hampir rampunglah,” klaimnya.

Ia menjelaskan, 20 persen persiapan yang belum diselesaikan hanya tinggal finisihing sifatnya. Seperti pada arena lokasi, tinggal penempatan panggung berikut pernak perniknya. Sementara pada bagian pertunjukan tinggal mengkolaborasi seluruh penari yang akan tampil mengingat jumlahnya yang sangat banyak.

“Yang akan menari ini ada 500 lebih. Mereka latihan secara terpisah nah seminggu ini mereka sudah mulai digabung supaya nanti seirama semuanya,” paparnya.

Menurut Sumbawanto, sajian tarian yang akan dipertunjukkan pada festival Taliwang sangat fenomenal. Tarian dengan mengadopsi kebiasaan budaya masyarakat samawa itu selaih ditarikan ratusan penari secara kolosal, lokasi menarinya pun sangat unik. Keunikannya karena seluruh penari akan masuk ke dalam lumpur. “Makanya nama tariannya populernya tarian lumpur,” sebutnya.

Tarian lumpur itu sendiri memang dianggap sangat unik. Sutradara koreografer tarian itu, yakni Eko Suprianto mengaku, baru kali ini dirinya meramu tarian tradisonal yang menggunakan lumpur sebagai media pertunjukannya. “Saya bisa katakan ini tarian sangat unik. Bahkan ini satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin di dunia,” klaimnya.

Eko menjelaskan, konsep tarian yang diciptakannya pada festival Taliwang ini seluruhnya mengadopsi keragaman adat isti adat masyarakat Sumbawa (samawa) khususnya KSB. “Gerakannya kita semua ambil dari gerakan kebiasaan masyarakat setempat. Tapi kami juga elaborasi tema alur ceritanya dengan mengambil gimmic percitaan remaja. Jadi akan sangat epik tarian ini nantinya,” papar lelaki yang akrab disapa Eko PeCe ini.

Mantan koreografer penyanyi Madonna ini menambahakan, tarian lumpur ini akan menjadi ikon pariwisata KSB. Sebab itu ke depan menyambut masuknya festival Taliwang pada ajang 100 Callendar of Event (CoE) 2020 mendatang, tarian ini akan menjadi sajian utama puncak festival. “Yang saya sangat bangga dari tarian lumpur ini semua penarinya adalah penari lokal. Ini menunjukkan bahwa antusiasme generasi muda di KSB mempertahankan budayanya sangat besar,” tukasnya. (bug)