Pokdarwis Alam Asri Jelenga, Berawal dari Konservasi Menjadi Upaya Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Salah satu sudut pemandangan homestay yang dikelola Pokdarwis Alam Asri di Pantai Jelenga, Kecamatan Jereweh (insert foto jibrata)

NAMA Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri Jelenga mungkin belum populer di telinga masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tapi Pokdarwis ini sudah punya prestasi cukup mentereng di tingkat nasional. Beberapa waktu lalu Pokdarwis ini mendapat penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2019 dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI pada kategori pemanfaatan ekonomi lokal. Seperti apa perjalanan Pokdarwis yang menjadi salah satu bagian pendampingan PT Amman Mineral ini? berikut catatannya.

Kehadiran Pokdarwis Alam Asri Jelenga sebenarnya berawal dari kerisauan Jibrata Utama Arsyah. Pemuda asal desa Beru yang berprofesi sebagai penyelam ini miris dengan kerusakan terumbu karang di Pantai Jelenga. Atas kerisauan itu ia pun mencetuskan ide untuk memperbaiki alam bawah laut pantai tempat kelahirannya itu dengan usaha konservasi.

‘’Jadi awalnya saya mau perbaiki kondisi (batu) karang, perairan dan pesisir pantai Jelenga ini,’’ kata Jibrata, Ketua Pokdarwis Alam Asri Jelenga, Kamis pekan lalu.

Setelah melalukan observasi menyeluruh terhadap Pantai Jelenga, sekitar 3 tahun lalu usaha konservasi Jibrata dimulai. Ia mengawali usahanya mencari donasi ke pemerintah setempat dan berhasil mendapatkan beberapa program, mulai dari transplantasi karang dengan penempatan puluhan reef bals di dasar laut hingga peremajaan hutan mangrove (bakau) sekitar pantai.

Namun usaha itu oleh Jibrata dianggap belum maksimal. Sebab menurutnya untuk memperbaiki kondisi pantai Jelenga harus melibatkan banyak pihak lagi. Maka ide Jibrata mencari bantuan mulai menyasar berbagai pihak, tak terkecuali PT Amman Mineral, perusahaan tambang yang mengelola proyek tambang Batu Hijau di kecamatan Sekongkang.

Jibrata mengenang, tidak mudah mendapatkan perhatian PT Amman Mineral. Saat itu ia yang mengajukan proposal konservasi Pantai Jelenga tidak bisa diakomodir perusahaan. Alasannya, perusahaan bersedia membantu melalui program pemberdayaan masyarakatnya dengan catatan usaha yang dikelola memiliki orientasi bisnis berkelanjutan dan berdampak ekonomi kepada masyarakat setempat.

Dari alasan perusahaan itulah, Jibrata kemudian merubah polanya. Ia bersama 6 rekannya membentuk Pokdarwis Alam Asri Jelenga. Konsen usahanya, mengelola Pantai Jelenga sebagai destinasi wisata dengan menggandeng masyarakat sebagai bagian pelaku di dalamnya. ‘’Alhamdulillah perubahan pola itu disetujui perusahaan. Maka jalanlah kegiatan kami seperti sekarang ini,’’ paparnya.

Program bantuan yang diterima Pokdarwis Alam Asri Jelenga dari PT Amman Mineral tak sekadar modal usaha awal tetapi juga pendampingan. Jibrata menjelaskan, untuk modal, Amman Mineral membiayai pembuatan sejumlah bangunan di lokasi usaha pariwisata yang dikelolanya di pesisir pantai Jelenga yang berbentuk home stay. ‘’Kalau lahannya ini milik desa. Tapi semua bangunan ini, mulai unit homestay-nya, bangku-bangku tempat duduk ini dan pagar kelilingnya dibantu perusahaan,’’ katanya seraya menambahkan, kegiatan pendampingan oleh perusahaan juga sangat baik.

‘’Pendampingannya intens ya. Pak Ismol (perwakilan Amman Mineral) sering datang mengunjungi kami. Kadang saya yang langsung ke kantornya untuk berdiskusi atau untuk mendapatkan arahan pengembangan ke depan usaha kami di Pokdarwis ini,” sambung Jibrata.

Dari banyak diskusi pendampingan PT Amman Mineral itulah, diakui Jibrata mulai memunculkan banyak ide pengembangan pengeloaan pariwisata Pantai Jelenga. Hal itu juga yang kemudian dituangkan saat mengikuti ajang ISTA 2019 yang digelar Kemenpar RI. Meski fokusnya terhadap lingkungan, Jibrata mengatakan, dirinya juga melengkapi presentasinya mengenai pelibatan masyarakat dalam kegiatan penyelematan lingkungan Pantai Jelenga serta dampak ekonomi masyarakat yang bisa diperoleh dari geliat pariwisatanya sendiri.

‘’Ajang ISTA ini kan yang dilihat bukan apa yang sudah kita laksanakan sekarang, tapi juga proyeksi ke depannya. Dan ternyata mereka lebih melihat konsep kita. Makanya kita dinyatakan menang dalam kategori pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat lokal,’’ ujarnya.

Saat ini kegiatan Pokdarwis Alam Asri Jelenga mulai berjalan setahap demi setahap, diakui Jibrata di sisi usaha pariwisata pihaknya masih banyak yang perlu dibenahi. Salah satunya menarik jumlah kunjungan wisata secara masif ke Pantai Jelenga.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang masih dihadapinya adalah kelengkapan fasilitas. Homestay yang menjadi unit usaha utamanya masih sangat minim. Di mana hanya ada satu unit tempat penginapan dan jumlah itu tidak bisa mengakomodir jumlah pengunjung yang datang.

‘’Jujur kalau pengunjung banyak. Tapi kami menolak karena tidak ada tempat menginap, kan homestay kami masih hanya satu unit saja,’’ ujarnya.

Jibrata pun mengklaim, minat pengunjung ke Pantai Jelenga sangat tinggi terutama turis mancanegara yang ingin menghabiskan waktu beberapa lama di pantai. Karena itu untuk menangkap potensi tersebut, pihaknya tengah mengupayakan menambah jumlah unit huniannya. ‘’Alhamdulillah tahun depan kita dapat bantuan 5 unit homestay dari Kemenpar. Mudah-mudahan segera supaya konsep pengembangan dengan pelibatan ekonomi lokal sebagaimana penghargaan ISTA yang kami terima bisa diterapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sarafuddin Jarot, Senior Manager Social Responsibility Amman Mineral menjelaskan, selama ini perusahaan terus berkontribusi memberikan manfaat melalui penciptaan ekonomi yang berkelanjutan bagi NTB dan Negara Republik Indonesia. PT Amman Mineral berkomitmen menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan ia menambahkan, selama 3 tahun keberadaan PT Amman Mineral di KSB, perusahaan telah menjalankan beberapa agenda PPM sambil terus melakukan kajian terhadap efektivitas dan kesinambungan program guna memastikan setiap program dapat memberikan manfaat dan menjadi katalisator ekonomi lokal. ‘’Salah satu kegiatan pendampingan kami di bidang pariwisata ada di Jereweh, yaitu Pokdarwis Alam Asri,’’ imbuh Jarot. (bug)