UMK KSB 2020 Ditetapkan Rp2,247 Juta

Suasana kegiatan rapat musyawarah DPK KSB membahas besaran kenaikan UMK 2020 di kantor Disnaker setempat, Rabu,  30 Oktober 2019. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Sumbawa Barat (KSB) akhirnya menyepakati kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2020 mendatang sebesar 7 persen.

Dengan kenaikan persentase sebesar itu, posisi UMK KSB tahun depan berada di angka Rp 2.247.000 atau bertambah sebesar Rp 147.000 dari besaran upah standar tahun 2019 ini yaitu Rp 2.100.000.

“Alhamdulillah akhirnya kita bisa tetapkan hari ini besaran UMK untuk tahun depan sebesar Rp 2,247 juta,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, Ir. H. Muslimin HMY, M.Si kepada wartawan usai mengikuti rapat pembahasan, Rabu,  30 Oktober 2019.

Ia mengakui, saat pembahasan para pihak memiliki angka taksiran masing-masing. Antara pengusaha dan serikat mempunyai usulan kenaikannya dengan mengacu pada elemen-elemen penyusunan upah. Mulai dari data hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) serta keputusan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait persentase batas besaran kenaikan upah minimum tahun 2020 yakni sebesar 8,5 persen.

Di sisi pekerja, kata Muslimin, usulan kenaikan yang diajukan diminta semaksimal mungkin mengingat angka KHL terbaru di KSB saat ini mencapai Rp 2,5 juta/bulan. Sementara di sisi pengusaha meminta pertimbangan kenaikan disesuaikan dengan tetap melihat rasio kemampuan perusahaan. “Ya biasalah seperti itu dinamikanya,” urainya.

Angka sebesar Rp 2.247.000 atau naik sebanyak 7 persen itu, menurut Muslimin, adalah angka tengah dari usulan kedua belah pihak. Pemerintah KSB sebut dia, sangat mengharapkan kepentingan pekerja dan pengusaha terakomodir dalam putusan standar upah minimum yang akan diberlakukan. Sebab masing-masing pihak pada akhirnya saling membutuhkan.

“Nilai itu tengah-tengah. Sebagian mengakomodir pekerja dan sebagian juga menerima usulan pengusaha. Dan pada akhirnya kita sepakat dengan angka itu,” timpal mantan kepala Dinas Pertanian KSB ini.

Setelah ditetapkan di tingkat DPK, besaran UMK 2020 itu dikatakan Muslimin akan segera dilaporkan ke bupati. Nantinya melalui bupati akan diajukan ke gubernur untuk kemudian ditetapkan. “Segera ya kita laporkan hasil kesepakatan ini ke bupati. Mudah-mudahan prosesnya cepat sehingga bulan depan sudah ditetapkan oleh gubernur,” harapnya. (bug)