Cuaca Tidak Menentu, Kasus DBD di KSB Cenderung Meningkat

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbawa Barat mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 18 orang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah ditangani. Jumlah ini pun cenderung meningkat dari tahun 2018 lalu yang mencapai 14 kasus saja. Merebaknya kasus ini terjadi karena anomali cuaca yang tidak lagi menentu seperti tahun sebelumnya.

” Memang faktor cuaca menjadi salah satu penyebab merebaknya kasus ini di tahun 2019. Jumlah itupun masih akan terus meningkat, karena cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, setiap kasus yang muncul sudah kita tangani dengan baik, sehingga tidak kasus menimbulkan korban jiwa,” ujar  Kepala Dikes, melalui Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2M), H. Yusfi Khalid S. KM,  Kepada Suara NTB.

Sebenarnya, kasus DBD di KSB sudah berhasil ditekan. Di tahun 2016, tercatat sekitar 74 kasus, 2017 menjadi 51 kasus dan di tahun 2018 mencapai 14 kasus. Tetapi karena di tahun 2019 cuacanya tidak menentu sehingga mudah bagi nyamuk aedes aegypti untuk bisa berkembang, kasusnya juga diprediksi akan terus meningkat.

Kasus ini juga banyak ditemukan di kecamatan Taliwang sekitar 60 persen, sisanya tersebar di tujuh kecamatan yang lain di KSB. Kendati demikian, pihaknya mengklaim tingkat keparahan kasus ini (sampai meninggal dunia) tidak terjadi di KSB. Karena semua petugas sudah intens turun melakukan upaya penanganan lanjutan jika kasus itu ditemukan.

“Kasus DBD ini kita sudah berhasil kita tekan dari tahun-tahun sebelumnya. Tetapi karena cuacanya seperti ini, kita khawatir tahun 2019 angka kasusnya akan meningkat di akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan baik itu kesehatan badan dan lingkungan. Apalagi musim-musim seperti ini tidak diketahui secara pasti kadang panas kadang juga hujan. Sehingga sangat rawan munculnya DBD yang saat ini sudah terjadi di beberapa daerah.

Selain itu, pihaknya juga telah  menyiapkan tim khusus (surveylen) untuk melakukan pemantauan jentik sekaligus pemberantasan. Tapi upaya yang paling jitu, yakni kesadaran diri dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan.

“Kita sudah siapkan tim dan tenaga pemantau jentik nyamuk di masing-masing Puskesmas untuk terus turun ke masyarakat. Sehingga angka DBD ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat,” tukasnya. (ils)