Pemda KSB Tutup Paksa Lima Toko Modern

Nampak tim gabungan saat melakukan penutupan paksa salah satu toko modern yang ada di lingkungan tiang nam, Kelurahan Kuang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa Barat, akhirnya melakukan penutupan secara paksa terhadap lima toko modern yang terindikasi mengantongi izin yang sudah kedaluwarsa. Proses penutupan terhadap lima toko ini dilakukan karena surat peringatan yang dilayangkan tidak direspon dengan baik oleh manajemen. Penutupan paksa ini juga tidak diketahui sampai kapan akan berakhir, karena manajemen belum juga memberikan respon terhadap teguran itu.

“Sebelum kita tutup kita sudah kirim surat peringatan supaya bisa memperpanjang izin usaha toko modern yang sudah berakhir di tahun 2018 lalu. Tetapi faktanya mereka tidak menggubris surat teguran yang kita layangkan. Maka dari itu, kita terpaksa menutup paksa dengan alasan mereka tidak taat aturan. Kami juga akan segera memanggil manajemen toko modern untuk memberikan penjelasan terkait keterlambatan pengurusan Izin Usaha Toko Modern (IUTM),” ungkap Sekretaris Bappeda Mars Anugrainsyah S.Hut., M. Si kepada Suara NTB, Selasa,  8 Oktober 2019.

Dikatakannya, tentu tidak hanya izin yang dipersoalkan Pemkab melainkan ada beberapa klausul perjanjian kerjasama yang masih tetap dilanggar oleh perusahaan. Salah satu klausul kerjasama yang dilanggar yakni tidak mengakomodir sejumlah produk lokal untuk masuk ke toko modern. Bahkan kelima titik toko modern yang ditutup ini tidak ada satupun produk lokal KSB yang masuk untuk bisa diperjual belikan.

Hal ini tentu sangat disayangkan, karena akan membunuh produk lokal itu sendiri karena tidak ada pangsa pasarnya. Untuk itu, pihaknya tetap akan mendesak manajemen perusahaan agar bisa menampung produk lokal di KSB, karena jika tidak maka sanksi penutupan paksa tetap akan diberlakukan. Tentu tujuan agar produk lokal ini masuk supaya hasil kreativitas masyarakat bisa dikenal secara luas sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Tetapi apa yang sudah dilakukan oleh toko modern ini tentu sangat disayangkan karena tidak kunjung memberikan ruang bagi produk lokal untuk bisa dikenal secara luas. Tapi pada prinsipnya Pemerintah meminta supaya tidak ada ketimpangan ekonomi baik itu antara produk lokal dan modern agar bisa berjalan seirama. Sehingga hasil keuntungan yang didapatkan juga sama-sama menguntungkan tidak ada yang dirugikan.

“Kami pada prinsipnya menginginkan supaya tidak ada penutupan toko modern karena manfaat yang dirasakan masyarakat sangat besar. Tetapi jika tidak kunjung mengakomodir produk lokal dan terjadi ketimpangan ekonomi yang cukup besar maka hal perlu kita evaluasi supaya tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (ils)