Lokasi Pembangunan Smelter, Warga Otak Kres Berharap Pemerintah Tepati Seluruh Janji Pasca Kesepakatan

Bupati KSB, H. W. Musyafirin dan perwakilan warga Otak Kres usai penandatangan kesepakatan pembelian lahan smelter. Turut mendampingi Kapolres KSB dan Dandim. (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Warga dusun Otak Kres, desa Maluk akhirnya sepakat melepaskan lahan dan fasilitas mereka untuk lokasi pembangunan pabrik smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Pasca kesepakatan tersebut, warga pun berharap kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dapat memenuhi seluruh permintaan mereka yang telah dituangkan dalam kesepakatan.

“Kami juga lega pak. Dan harapan kami sekarang mudah-mudahan pemerintah memenuhi semua yang telah dijanjikan ke kami,” harap Rebin, salah satu warga pemilik lahan.
Rebin mengaku, dirinya dan seluruh warga yang bermukim dan mencari penghidupan sebagai petani di Otak Kres sejak awal tak menginginkan proses pelepasan lahan mereka berjalan alot. Warga sangat mendukung pemerintah yang memiliki hajatan mempercepat terbangunnya pabrik pemurnian hasil tambang tersebut.

Hanya saja permintaan warga saat itu belum mendapat respon dari pemerintah. Di mana menurut Rebin, permintaan ia dan warga lainnya cukup sederhana. Yakni pemerintah diharapkan menyediakan lahan dan fasilitas pengganti yang seusai dengan harapan warga. “Kami hanya ingin pengganti yang sedikit tidak seperti yang akan kami tinggalkan,” papar Rebin.

Ia mengakui, adanya aksi yang sempat menutup akses ke pemukiman Otak Kres sangat di sayangkan. Padahal permintaan warga cukup relevan apalagi tidak ada niatan sejak awal menolak keberadaan smelter.

“Ya namanya minta mas. Kalau tidak dipenuhi kan kita cari yang terbaik. Makanya kami sesalkan ada yang sempat tutup jalan kami waktu itu,” katanya.
Namun kini kata Rebin hal itu sudah tuntas. Ia pun berharap semua kesepakatan yang telah ditandatangani pemerintah bersama warga bisa dipenuhi semuanya. “Itu saja mas sekarang. Kita sepakat digantikan lahan dan rumah kami serta uang sangu untuk memulai kehidupan baru di tempat baru nanti,” harapnya.

Senada dengan Rebin, Wagiman warga lainnya mengatakan, warga sangat berat meninggalkan Otak Kres karena selama puluhan tahun sudah bermukim di sana. Datang sebagai peserta transmigrasi sekitar tahun 80-an, hingga kini warga telah memiliki penghidupan di lokasi tersebut. “Kami ini petani mas. Kalau pindah dari situ dan tidak diberi lahan pengganti terus mau mau makan apa kami nantinya,” ujarnya.

Selama ini sambung Wagiman yang juga dipercaya sebagai perwakilan warga menandatangani kesepakatan pembelian lahan dengan Pemda KSB ini memaparkan, hanya satu permintaannya yakni digantikan lahan baru oleh pemerintah. Dan sesuai kesepakatan berikut dengan fasilitas yang akan di tinggalkan di Otak Kers. “Kami maunya dan sudah disepakati sekalian terima kunci rumah terus sedikit sangu (uang) untuk modal bertani di tempat baru nanti,” tukasnya.

Sementara itu Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM usai menandatangani kesepakatan dengan warga menyampaikan, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian tercapainya kata sepakat terkait proses pembebasan lahan smelter itu. Terutama kepada warga dusun Otak Kres yang akhirnya mau mengikhlaskan lahan mereka dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). “Saya mewakili pemerintah berterima kasih kepada semua pihak karena setelah melewati jalan panjang akhirnya ada titik terang bagi kita semua menyelesaikan pembebasan lahan smleter itu,” cetusnya.

Bupati mengakui, kerelaan warga Otak Kres menyerahkan lahannya merupakan sebuah pengorbanan yang teramat besar. Sebab selama itu lahan-lahan tersebut tidak saja menjadi lokasi pemukiman terapi juga sekaligus lahan penghidupannya. Akan tetapi warga Otak Kres pada akhirnya mau melepaskan demi kepentingan lebih besar, yakni hajatan daerah menjadi daerah industri dengan kehadiran smelter nantinya.

Atas kerelaan warga Otak Kres itu, selanjutnya bupati menyatakan, sebagai pemerintah dan pribadi, dirinya akan memberikan yang terbaik bagi warga dusun Otak Kres khusunya dan masyarakat Maluk umumnya. Memenuhi seluruh janji yang telah disetujui dalam setiap poin kesepakatan yang telah disetujui tersebut. “Merupakan tugas saya yang diberi amanah untuk mendapatkan tanah pengganti untuk anak keluarganya. Insya Allah ketika kita memeberikan yang terbaik maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik,” tandas bupati.

Selanjutnya orang nomor satu di KSB ini menambahkan, penyelesaian pebebasan lahan smelter ini menjadi contoh dan bukti bahwa tingginya kesadaran masyarakat mendorong kehadiran investasi di daerah. Karenanya hal tersebut harus terus dipertahankan agar iklim investasi daerah terjamin.

“Ini akan jadi preseden baik bagi dunia investasi daerah. Dan harapan saya bukan soal smelter ini saja. Tapi investasi lain juga karena persoalan lahan paling banyak menjadi batu ganjalan tumbuh kembang investasi selama ini. Dan harapan terakhir kami semoga ini menjadi tonggak KSB menjadi kiblat perekonomian NTB,” demikian bupati. (bug)