Kebakaran Hanguskan Delapan Rumah dan Satu Korban Jiwa

Nampak rumah hangus terbakar di desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk setelah peristiwa kebakaran hebat terjadi di wilayah setempat, Kamis, 18 Juli 2019. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tidak tanggung-tanggung, sekitar delapan unit rumah dan satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Penyebab terjadinya kebakaran sampai dengan saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti di lapangan sementara korban yang meninggal dunia saat ini masih dilakukan visum untuk kemudian dimakamkan, Kamis, 18 Juli 2019.

Informasi yang dihimpun Suara NTB di lapangan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.03 WITA di RT 09, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk.

Kobaran api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian, setelah lima unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Banyaknya rumah terbakar terjadi, karena rata-rata rumah terbuat dari kayu dengan lokasi yang sangat berdekatan.

Selain itu, faktor cuaca panas dan angin kencang juga ikut mempengaruhi banyaknya rumah. Bahkan saat ini tercatat ada sekitar 11 rumah yang terdampak, delapan rumah diantaranya rata dengan tanah (hangus tanpa sisa) dan tiga lainnya mengalami kebakaran ringan. Sementara untuk korban jiwa yang meninggal dunia diketahui atas nama HS (77) sedangkan untuk kerugian materinya sampai dengan saat ini masih dilakukan inventalisir bersama dengan Polsek Seteluk.

Kapolres KSB, melalui Kapolsek Seteluk Iptu Mulyadi S. Sos saat dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar dibantu oleh masyarakat sekitar. Sedangkan untuk penyebab kebakaran dirinya mengaku masih belum mengetahui secara pasti apakah konsleting listrik atau faktor lainnya.

Saat itu, tim masih bekerja di lapangan melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan. Sementara korban yang meninggal dunia, HS diketahui dalam kondisi sakit stroke sehingga pada saat kobaran api korban tidak bisa menyelamatkan diri. Masyarakat yang tahu bahwa korban masih berada dalam rumah tidak mau mengambil resiko, lantaran kobaran api terus membesar dan merembet ke rumah lain yang ada di sampingnya.

Peristiwa kebakaran ini juga berlangsung cepat karena didukung faktor cuaca dan juga angin yang bertiup dengan kencang. “Saat ini di lokasi kejadian kita sudah pasang garis polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Sementara korban meninggal dunia, sudah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DKP) melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Syamsudin S. Ap, M. Si, melalui sambungan telpon, membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya saja sampai pihaknya masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan melakukan pengecekan terkait penyebab kebakaran tersebut. Sementara penghuni kos-kosan saat ini diungsikan ketempat yang lebih aman. “Kita belum pastikan penyebab kebakaran ini dan saat ini kita masih berada di lapangan untuk pendataan,” singkatnya. (ils)