ASDP Poto Tano Siapkan 22 Kapal Jelang Mudik Lebaran

Pelabuhan Poto Tano (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – PT ASDP Poto Tano akan menyiapkan sekitar 22 unit kapal ferry untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang jelang arus mudik dan balik lebaran tahun 2019. Tambahan armada sengaja  disiapkan, lantaran hasil eveluasi yang dilakukan terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar 5 persen di hari-hari biasa dan akan terus meningkat jelang hari raya idul fitri.

Manager operasional PT ASDP Poto Tano Samiun kepada Suara NTB, Selasa,  14 Mei 2019 mengungkapkan, untuk persiapan angkutan lebaran saat ini jumlah kapal yang sudah siap sekitar 22 unit dan tetap akan ditambah jika terjadi penumpukan. Sementara untuk kapal yang beroperasi saat ini berjumlah delapan unit kapal dan diatur dengan jadwal khusus. Jumlah tersebut masih ideal untuk mengatasi lonjakan penumpang yang masih berkisar antara 2-3 persen untuk saat ini karena belum masuk musim liburan bagi para pegawai dan anak sekolah.

Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan strategis khusus yakni dengan menerapkan tiga pola supaya tidak terjadi penumpakan. Salah satunya  yakni  dengan mengatur waktu penyeberangan bagi kendaraan yang membawa barang baik dari Pulau Sumbawa maupun dari Lombok. Hal ini sengaja dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang yang mudik.

“Kita sudah siapkan strategi supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan baik itu dengan menambah jumlah kapal maupun dengan membatasi kendaraan. Mudah- mudahan pelaksanaan arus mudik dan balik tahun 2019 ini tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sementara untuk keselamatan pelayaran saat ini pihaknya masih menunggu keluarnya hasil running cek oleh Dirjen Perhubungan laut yang sudah dilaksanakan belum lama ini. Atas dasar pengecekan itu, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi terhadap armad angkutan lebaran sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa semakin ditekan. Tetapi yang jelas semua peralatan mulai dari ketersedian kapal, kesiapan dermaga dan sarana lain sudah siap. Termasuk juga ABK yang bertugas untuk mengatur keluar masuknya kapal dan orang sudah sangat siap tinggal menunggu pelaksanaannya saja. Sementara untuk saat ini aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Poto Tano masih terpantau normal. Tidak terlihat antrean kendaraan, baik mobil pribadi, bus ataupun truk pengangkut barang.

“Belum ada antrean penumpang sampai dengan saat ini. Kalaupun ada penumpakan kami juga akan memberlakukan SOP yang baru untuk mengurai penumpukan penumpang,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, selain jumlah kapal yang ditambah, pihak terkait juga akan memberlakukan jadwal trip baru. Sebut saja trip kapal pada hari normal hanya 8 kali trip penyeberangan saja akan ditingkatkan menjadi 9 sampai dengan 10 trip penyeberangan per harinya pada kondisi arus padat. Dengan adanya penambahan trip penyeberangan, maka Port Time (waktu bongkar muat) dan Sailing Time (waktu berlayar) juga akan semakin dipercepat. Jika hari normal, sekali trip diperlukan waktu 90 menit yakni dengan rincian 40-50 menit untuk waktu bongkar muat dan 60 menit untuk waktu berlayar. Maka di musim mudik nanti akan dikurangi yakni 30-45 menit untuk sandar, penuh atau tidaknya muatan kapal harus tetap jalan tidak boleh mengulur-ulur waktu lagi. ” Intinya pola persiapan jelang arus mudik dan balik sudah sangat siap tinggal menunggu waktu saja,” tandasnya. (ils)