Paksakan Diri Datang ke TPS, Seorang Warga KLU Pingsan

Seorang warga Arab Kenangan terpaksa dibopong keluar TPS karena pingsan di bilik suara saat mencoblos, Rabu,  17 April 2019. (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Seorang warga di kelurahan Arab Kenangan, kecamatan Taliwang harus digopong keluar dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat mencoblos, Rabu,  17 Aprol 2019. Ia pingsan karena memaksakan diri datang menyalurkan hak suaranya langsung ke TPS.

Kejadian ini berlangsung di TPS 5 Kelurahan Arab Kenangan. Warga bersangkutan yang diketahui memang mengalami sakit itu memaksa datang ke TPS dan ikut mengatre bersama warga lainnya. Sekitar pukul 12.00 wita, ia pun mendapat giliran menyalurkan hak pilihnya. Dibantu petugas TPS dirinya dibopong menuju bilik suara bersama seorang pendamping.

Ketika berada di bilik suara, ia sudah tampak lunglai saat ditinggal petugas TPS. Dan benar, seketika itu ibu berumur paruh baya tersebut langsung jatuh pingsan di dalam bilik. Sang pendamping tidak sempat memberikan pertolongan karena tengah membuka lipatan surat suara.

Melihat kejadian itu, warga yang mengantre pun sontak gaduh. Mereka berteriak kepada petugas TPS agar segera mengangkat sang ibu keluar dari aera TPS. Sementara itu pendampingnya melanjutkan menyelesaikan seluruh surat suara yang harus dicoblos.

Ketika berada di luar arena TPS, sang ibu tidak kunjung sadar. Akhirnya petugas TPS bersama pendamping yang merupakan kerabat dekat si ibu langsung meminta agar diantarkan ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu kegiatan pencoblosan di KSB secara umum berjalan lancar. Meski di beberapa TPS melaporkan adanya kekurangan logistik seperti sejumlah jenis formulir dan peralatan mencoblos, tetapi hingga batas waktu yang ditentukan petugas TPS dapat memberikan pelayanan kepada warga untuk memilih.

Ketua KPU KSB, Denny Saputra, S.Pd mengucapkan rasa syukurnya dengan kelancaran proses pemilihan yang berlangsung. Namun begitu ia tidak memungkiri masih ada kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan jajarannya terutama dalam hal logistik TPS.

“Iya kita ada sedikit kesalahan. Misalnya di TPS Bugis, ada laporan batal untuk alas mencoblos tidak ada. Tapi itu segera kami bisa penuhi sehingga tidak mengganggu proses pemilihan di TPS itu,” ujarnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, kegiatan pencoblosan hari ini bukanlah tugas terakhir KPU bersama jajaran dan lembaga penyelenggara Pemilu lainnya. Karena itu ia berharap masyarakat turut mendukung kelancaran kerja-kerja KPU menyelesaikan tahapan berikutnya. “Habis pemilihan ini kan masih panjang. Kita mulai perhitungan lagi dan kami harap kerja sama masyarakat memberi support kepada kami sampai selesai,” imbuhnya. (bug)