Minim Anggaran, Penanganan Sampah di KSB Belum Maksimal

BERSIHKAN SAMPAH - Gotong Royong yang digelar Pemkab Sumbawa Barat dalam rangka membersihkan sampah di pinggir sungai, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/Humas Protokol KSB)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih kesulitan untuk menangani sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya. Sampah per hari yang dihasilkan masyarakat KSB mencapai 30 ton. Dari jumlah tersebut, hanya 15 ton saja yang mampu diangkut ke TPA. Sedangkan sisanya masih belum bisa ditangani lantaran masih minimnya alat angkut sampah.

Kepala Dinas LH KSB, kepada Suara NTB melalui Kabid Kebersihan, Dedi Damhudi, SP, M.Si, Selasa,  26 Februari 2019 tidak memungkiri bahwa masalah sampah  masih belum bisa tertangani secara maksimal. Hal tersebut terjadi karena dukungan anggaran penanganannya masih sangat minim. Jika dilihat

dari kebutuhan pembiayaan, minimal dana  yang dibutuhkan sekitar Rp22 miliar, tetapi yang sudah terealisasi hanya beberapa ratus juta.

Jika mengacu ke roadmap penanganan sampah di KSB maka total anggaran yang dibutuhkan mencapai angka Rp200 miliar untuk program jangka panjang. Tentu biaya yang sangat besar, tetapi minimal di tahap pertama (Rp22 miliar) bisa segera disetujui untuk penanganan masalah sampah ini.

“Harus diakui masalah sampah ini masih menjadi tugas berat yang belum bisa kita selesaikan hingga saat ini. Tapi yang harus diingat kita tidak bisa bekerja maksimal jika supporting anggaran juga terbatas. Kalau sekedar upaya sosialisasi belum memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya. (ils)