Anak Korban Gempa di KSB Butuh Pendampingan

Taliwang (Suara NTB) – Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin, ST turun tangan langsung memberikan motivasi kepada anak-anak yang masih trauma akibat gempa 19 Agustus 2018 lalu. Ia menegaskan pentingnya pendampingan dan pemulihan trauma bagi anak korban gempa.

Sejak Senin, 27 Agustus lalu, Wabup pun melakukan kunjungan ke sejumlah SD di kecamatan Maluk dan Jereweh. Di sekolah-sekolah yang didatanginya Wabup memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tidak merasa trauma dengan bencana gempa yang baru saja melanda seluruh wilayah KSB.

“Jangankan anak-anak, kita saja para orang tua masih sangat trauma dengan kejadian gempa itu. Makanya perlu kita memberikan motivasi kepada anak-anak kita ini,” kata Wabup, Selasa (28/8).

Menurut Wabup, memberikan motivasi kepada anak-anak menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa trauma mereka. Selain itu anak-anak juga perlu diberikan pengetahuan berbagai hal seputar kejadian bencana yang berpotensi di wilayahnya. Harapannya anak-anak ke depan bisa mempersiapkan diri menghadapinya.

“Saatnya anak-anak kita bekali dengan berbagai pengetahuan seputar bencana, baik itu kondisi gempa dan lainnya karena di wilayah kita ini potensinya ada,” timpalnya.

Selanjutnya Wabup menyatakan, pihaknya akan berupaya menyambangi seluruh

sekolah yang ada di KSB. Selain itu ia juga meminta kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk membuat kegiatan lain yang tujuannya menghilangkan rasa trauma anak. “Program trauma healing perlu kita lakukan di seluruh sekolah pasca gempa ini,” urai orang nomor dua di KSB ini.

Kepada anak-anak sekolah yang telah disambanginya, Wabup banyak memberikan motivasi seputar kesadaran mengenai lingkungan sekitar. Bahwa setiap anak memiliki kewajiban ambil bagian menjaga lingkungan karena terjadinya bencana tidak sepenuhnya karena kondisi alam, tetapi juga karena ada campur tangan manusia yang merusaknya.

“Saya juga meminta anak-anak supaya beribadah sesuai keyakinannya karena kita sebagai insan di dunia ini punya tugas beribadah kepada sang khalik,” sambung Wabup.

Sementara itu, aktivitas sekolah sejak Senin pekan ini kembali berjalan. Meski demikian, masih banyak anak-anak yang belum masuk karena para orang tua murid khawatir akan kembali terjadi guncangan gempa. “Sekolah sudah tidak diliburkan sejak Senin kemarin. Harapan kami para orang tua menyiapkan anaknya masuk sekolah lagi, tapi tentu tetap harus waspada karena memang kita tidak pernah tahu kapan situasi ini berakhir,” imbuhnya. (bug)