Anggaran Minim, 15 Ton Sampah KSB Tak Terangkut Setiap Hari

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih kesulitan menangani masalah sampah yang ada di wilayah setempat. Kondisi ini terjadi karena masih minimnya anggaran yang diberikan dalam penanganan masalah tersebut.

Kepala DLH kepada Suara NTB melalui Kabid Kebersihan, Dedi Damhudi SP, M. Si, Rabu, 18 April 2018 tidak memungkiri bahwa masalah sampah masih belum bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini terjadi karena supporting anggaran masih sangat minim oleh Pemerintah.

Jika dilihat dari kebutuhan yang ada, minimal anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp35 miliar, tetapi yang bisa terealisasi hanya sekitar Rp400 juta. Konsekuensi dari minimnya supporting anggaran, KSB kembali terancam tidak mendapatkan piala Adipura di tahun 2018.

“Harus diakui masalah sampah ini masih menjadi PR besar bagi kami (DLH). Kami juga tidak bisa bekerja maksimal jika supporting anggaran sangat minim,” ungkapnya.

Dikatakannya, persoalan sampah ini sebenarnya tidak hanya terjadi di KSB, bahkan di kota lain juga mengalami hal yang sama terutama terkait masalah anggaran. Artinya masih belum ada keberpihakan negara kepada masalah sampah ini.

Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya perhatian Pemkab terhadap masalah sampah ini. Sehingga target tahun 2025 Indonesia bebas sampah akan sulit terwujud jika masalah anggaran ini tidak diberikan perhatian serius. Kondisi sampah yang dihasilkan masyarakat saat ini juga terus bertambah.

“Volume sampah kita terus meningkat, tetapi daya angkut kita sangat kecil yakni sekitar 40 tosa. Itu artinya ada sekitar 15 ton sampah yang tidak terangkut maksimal setiap harinya,” sebutnya.

Meskipun serba terbatas lanjutnya, pihak terkait tetap akan mencari jalan keluar terkait masalah sampah ini. Salah satunya yakni dengan menggiatkan kembali program Bank sampah yang ada di desa. Program ini (Bank sampah) juga diharapkan bisa menampung sampah dari masyarakat, sebelum dibawa ke TPA. Tentu dengan catatan, sampah yang dikumpulkan harus dipilah karena tidak semua sampah ini akan diambil. Program bank sampah nantinya juga akan melibatkan CSR dari perusahaan yang ada di KSB agar lebih maksimal.

“Tidak semua sampah hanya menjadi sampah, melainkan ada yang bisa bernilai ekonomis dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, dengan adanya program Bank sampah kami berharap masalah sampai ini bisa semakin ditekan,” tandasnya. (ils)