Dermaga Labuhan Lalar Tidak Masuk Prioritas Rute Tol Laut

Taliwang (Suara NTB) – Upaya pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memasukkan dermaga Labuhan Lalar dalam bagian rute tol laut nasional nampaknya belum dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan rencana rute pengembangan tol laut secara nasional. Dimana, untuk wilayah pulau Sumbawa, dermaga Labuhan Lalar tidak masuk dalam prioritas jalur pelayaran.

“Ini salah satu hasil Kunker (kunjungan kerja) kami ke Kemenhub soal rute tol laut untuk pemanfaatan dermaga Labuhan Lalar,” terang Sekretaris Komisi III DPRD KSB, Masadi, Rabu, 2 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, dari keterangan pihak Dirjen Perubungan Laut (Hubla) Kemenhub. Untuk sementara ini jalur pelayaran tol laut telah ditetapkan tiga rute di wilayah pulau Sumbawa. Masing-masing jalur menuju Sumbawa, Dompu dan Bima. “Jadi di pulau Sumbawa ini ada tiga jalur. Dan memang sudah ditetapkan sejak awal,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Inspeksi Angkutan Lebaran

Menurutnya, peluang dimanfaatkannya dermaga Labuhan Lalar sebagai salah satu pintu masuk jalur pelayaran dalam rute tol laut nasional belum tertutup. Mengingat pemerintah pusat masih akan terus melakukan pengembangan rute sehingga jalur transportasi laut di seluruh wilayah nusantara semakin baik.

Namun demikian kata dia, khusus untuk dermaga Labuhan Lalar Kemenhub memberikan sejumlah saran kepada pemda yang harus segera dipenuhi agar dapat masuk dalam rute tol nasional. “Kita intinya minta melengkapi seluruh keperluan dermaga. Sehingga begitu ada pengembangan peluang kita masuk lebih besar,” sebut politisi Partai Nasdem ini.

Salah satu yang disarankan oleh Kemenhub mengenai kelengkapan fasilitas dermaga. Masadi memaparkan, terutama fasilitas tambat kapal yang memadai. Sementara ini di dermaga Labuhan Lalar diakuinya, untuk penambatan kapal penumpang dan barang belum memenuhi kualifikasi.

Baca juga:  Harga Tiket Pesawat Mahal, Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi

“Harapan kita pemerintah bisa membuatnya. Karena tanpa itu kita tidak bisa ajukan dermaga Labuhan Lalar masuk dalam rute tol nasional,” timpalnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, upaya pemerintah memanfaatkan dermaga Labuhan Lalar untuk pelabuhan bongkar batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kertasari sudah sangat stategis. Tetapi akan lebih baik lagi jika ke depan keberadaan dermaga tersebut dapat dimanfaatkan multi fungsi terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau dimanfaatkan untuk satu kegiatan saja kan kurang maksimal rasanya. Padahal seharusnya masih banyak pemanfaatan lainnya misalnya untuk bongkar muat barang dan penumpang,” pungkasnya.(bug)