Dishub Usulkan Sekitar Rp 13 Miliar untuk Pengembangan

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbawa Barat saat ini sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp 13 miliar di APBD-Perubahan tahun 2017. Anggaran tersebut nantinya akan difokuskan untuk pembangunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dermaga Labuhan Lalar sekitar Rp 1,4 miliar, untuk Amdal sekitar Rp 500 juta, dab untuk pembangunan beaching kapal termasuk reklamasi laut sekitar Rp 11-12 miliar.

“Anggaran yang kita usulkan tersebut, sudah sangat mencakup apa yang dibutuhkan dalam pengoperasionalan dermaga. Mudah-mudahan jumlah tersebut bisa disetujui, sehingga pemanfaatan dermaga ini bisa cepat terealisasi,” ungkap Kadishub KSB, Ir. H. Muslimin HMY, M. Si kepada Suara NTB, Senin, 17 Juli 2017.

Baca juga:  Harga Tiket Pesawat Mahal, Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi

Dikatakannya, dengan anggaran yang cukup besar tersebut, pihaknya sangat optimis pelabuhan ini akan mampu dimanfaatkan secara maksimal. Hanya saja untuk tahap pertama, pihaknya akan lebih fokus menyelesaikan masalah RIP dermaga ini. Apabila hal tersebut bisa terealisasi, pihaknya akan langsung melanjutkan ke rencana berikutnya.

“RIPnya terlebih dahulu yang akan menjadi priortas kita. Sementara untuk rencana besar kita lainnya akan dilaksanakan seiring RIP ini rampung,” sebutnya.

Sedangkan terkait pemanfaatan dermaga ini, saat ini pihaknya akan melakukan komunikasi kembali dengan pihak-pihak terkait. Baik itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan pihak Syahbandar.

Ia menyebutkan, terkait rencana pemanfaatan, sementara ini sudah ada komunikasi awal dengan management PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk bisa mengalihkan penyeberangan dari pelabuhan Benete ke Labuhan Lalar. Hal tersebut dilakukan agar pelabuhan Benete nantinya bisa menjadi pelabuhan khusus AMNT.

Baca juga:  Gubernur Inspeksi Angkutan Lebaran

Di pelabuhan tersebut juga akan dijadikan sebagai pelabuhan tersibuk, karena di lokasi tersebut akan dibangun Smelter dan pabrik Petrokimia. Sehingga operasional tambang akan dimulai dari pelabuhan tersebut baik itu pengiriman konsentrat maupun hal-hal yang lain.

“AMNT tidak mempermasalahkan untuk peralihan penyeberangan dari Pelabuhan Benete ke pelabuhan Labuhan Lalar meskipun baru secara lisan. Tetapi kita akan tindak lanjuti masalah ini secara tertulis, sehingga bisa terealisasi dalam waktu dekat ini juga,” tandasnya. (ils)