Merugi, PT BHJ akan PHK Ratusan Karyawan

Taliwang (Suara NTB) – PT Bumi Harapan Jaya (BHJ) dalam waktu dekat akan segera melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap raturan karyawannya. Perusahaan tambak udang yang berada di kecamatan Poto Tano ini, terpaksa mengambil kebijakan tersebut setelah mengalami kerugian dalam tiga kali siklus panen.

Kasi Hubungan Industrial (HI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Tohiruddin, SH mengakui, hal tersebut. Pihaknya sendiri sudah mulai menangani persoalan itu dengan memediasi perusahaan dengan para karyawannya.

“Belum dimulai (PHK). Tapi kebijakan itu akan diambil BHJ karena menurut mereka itu satu-satunya solusi mengatasi kesulitannya sekarang ini,” terangnya kepada wartawan, Senin, 15 Mei 2017.

Kebijakan PHK yang ditempuh PT BHJ bukan tanpa alasan. Kebijakan itu diambil dalam rangka mempertahankan keberlanjutan perusahaan setelah dalam tiga siklus panennya terus mengalami kerugian. Dijelaskan Tohir, kerugian yang dialami PT BHJ sudah dimulai sejak setahun terakhir. Namun saat itu, perusahaan masih bisa menyiasati sehingga pekerjanya yang mencapai 290 orang bisa tetap dipertahankan.

“Gagal panen pertama mereka masih bertahan. Berikutnya gagal panen kedua BHJ buat kebijakan merumahkan. Nah setelah gagal ketiga ini, BHJ akhirnya tidak punya pilihan. Mereka tetap akan beroperasi tapi tidak semua lahan tambaknya yang akan digunakan yang artinya pengurangan karyawan juga harus dilakukan. Makanya kebijakan PHK itu tidak bisa dihindarkan perusahaan,” urai Tohir.

Baca juga:  Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dibuka Lagi

Langkah PHK PT BHJ bukan tanpa penawaran. PT BHJ sementara ini menawarkan tetap akan mebayar kompensasi terhadap karyawan yang akan di PHK. Perhitungannya, bagi karyawan yang masih memiliki sisa kontrak 1 hingga 2 bulan akan dibayar sesuai sisa kontraknya, sementara yang memiliki sisa kontrak 3 bulan sampai lebih akan dibayar kompensasinya sebanyak 3 kali gaji.

Selain itu mereka yang di PHK dijamin akan direkrut setelah kondisi perusahaan normal kembal sesuai kebutuhan tenaga kerja yang ada.

Menurut Tohir, keberatan para karyawan yang ada saat ini terkait tawaran PT BHJ. Terutama mereka yang masih memiliki sisa kontrak di atas 3 bulan. Mereka menuntut agar bisa dibayar sepenuhnya sesuai sisa kontraknya berikut uang Tunjangan Hari Raya (THR).

“Saya sudah tanya karyawan terkait kondisi perusahaan. Mereka tahu bahwa perusahaan merugi karena gagal panen. Mereka juga siap di PHK, tapi ya mereka minta hak-haknya dibayar sesuai ketentuan yakni perusahaan membayar penuh mereka berdasarkan sisa kontraknya,” timpalnya.

Baca juga:  Naker Mataram Harus Unggul Bersaing dengan Warga dari Luar

Terhadap persoalan ini, diakui Tohir pihaknya hati-hati dalam menanganinya. Pasalnya di satu sisi ada ketentuan sesuai perundangan yang harus dipenuhi perusahaan terhadap karyawan yang di PHK. Tapi di sisi lain, pihaknya harus juga memberikan jaminan kepada PT BHJ untuk keberlanjutan investasinya di daerah.

“Ini yang sedang kita mediasi. PT BHJ juga punya komitmen akan merekrut mereka kalau usahanya sudah normal. Makanya kita upayakan mencari jalan tengah, agar kemudian pekerja tetap dapat haknya dan investasi PT BHJ tidak tutup di daerah kita ini,” tukasnya.

Berdasarkan data Disnakertrans KSB, jumlah karyawan yang akan di PHK PT BHJ mencapai sekitar 157 orang. Tohir menyebutkan, riil jumlah pekerja di PT BHJ saat ini mencapai 290 orang termasuk tenaga sekuritinya.

“Laporan BHJ sekarang mereka hanya akan mengoperasikan 34 petak dari 134 petak tambak yang sebelumnya mereka kelola. Untuk itu mereka hanya perlu sekitar 130 pekerja dari 290 pekerjanya sekarang ini,” imbuhnya. (bug)