Tahun 2016, Kasus Pencurian di KSB Masih Menonjol

Taliwang (Suara NTB) – Kasus pencurian seperti pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) masih mendominasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sepanjang tahun 2016. Meskipun demikian, dari jumlah kasus yang dilaporkan, terjadi peningkatan pengungkapan terhadap kasus-kasus ini.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana, S.IK, Selasa, 3 Januari 2017 menyebutkan, secara keseluruhan terjadi penurunan jumlah kasus yang ditangani pihaknya selama tahun 2016. Sebut saja di tahun 2015 pihaknya menangani sekitar 59 kasus, dari jumlah tersebut, yang berhasil terungkap sekitar 21 kasus.

Sementara di tahun 2016 pihaknya menangani sekitar 52 kasus terjadi penurunan sekitar tujuh kasus apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara kasus yang berhasil terungkap dari jumlah tersebut baru sekitar 18 kasus saja yang sudah diselesaikan.

Baca juga:  Tersangka Pencuri Mesin Perahu Nelayan Ditangkap

“Secara keseluruhan terjadi penurunan jumlah kasus yang ditangani pihaknya selama tahun 2016 ini,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, untuk kasus curanmor terjadi peningkatan jumlah, sebut saja ditahun 2015 pihaknya menangani sekitar 36 kasus sementara kasus yang berhasil terungkap sekitar 11 kasus. Di tahun 2016, terjadi peningkatan menjadi 50 yang ditangani pihaknya, dari jumlah tersebut, kasus yang berhasil terungkap baru sekitar 12 kasus.

Tentu dalam penyelesaian ini kasus di tahun 2016 ini lanjut Kasat, pihaknya menemui kendala karena masih minimnya anggota buru sergap (Buser) yang dimiliki oleh Polres setempat. Belum lagi barang-bukti terhadap kasus curanmor kerap dibawa keluar daerah yakni Sumbawa Besar dan Kabupaten Bima.

“Inilah yang menjadi kendala kita dalam penyelesaian terhadap kasus curanmor ini yang semakin meresahkan ini,” imbuhnya. Sementara untuk kasus Curas, pihaknya berhasil menekan menjadi satu kasus selama tahun 2016.

Baca juga:  Tersangka Pencuri Mesin Perahu Nelayan Ditangkap

Secara umum dalam pengungkapan terhadap kasus tersebut lanjutnya, terjadi peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebut saja di tahun 2016 persentase penuntasan terhadap kasus-kasus yang ditangani sekitar 52 persen. Sementara untuk tahun 2016, terjadi peningkatan terhadap sejumlah kasus tersebut sekitar 56 persen. Tentu di tahun 2017 mendatang, pihaknya terlebih dahulu menargetkan penyelesaian terhadap beberapa tunggakan kasus di tahun 2016 maupun 2015. Sehingga tidak ada lagi tunggakan terhadap kasus-kasus ini.

“Di tahun 2017 ini, kita akan lebih utamakan penyelesaian terhadap kasus yang menjadi tunggakan,” imbuhnya. Tunggakan kasus tersebut sifanya kolektif, baik itu kasus 3C, kasus penggelapan, dan kasus korupsi. (ils)