Proyek Fisik di KSB Diminta Selesai Tepat Waktu

Taliwang (Suara NTB) – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mewanti-wanti Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat agar menyelesaikan seluruh kegiatan pembangunan fisik tepat waktu sebelum tahun anggaran berakhir.

Komisi yang salah satunya membidangi bidang pembangunan ini, menyatakan, dalam merencanakan proyek pembangunan fisik di semester II tahun 2016 ini agar menghitung secara presisi waktu yang dibutuhkan untuk tiap pekerjaan yang dianggarkan. Terutama memastikan pekerjaannya dapat diselesaikan hingga akhir tahun. “Jadi jangan sampai ada proyek yang tidak selesai per 31 Desember,” cetus anggota Komisi III Masadi, SE kepada media ini, Minggu, 10 Juli 2016.

Ia mengakui, bagi proyek pekerjaan yang tidak tuntas hingga akhir tahun ada regulasi yang memberikan ruang bagi pemerintah untuk menambah waktu masa penyelesaiannya. Hanya saja, regulasi tersebut tidak bisa seterusnya dijadikan alasan bagi Dinas PU dan terutama rekanan untuk mengulur-ulur waktu penyelesaian sebuah pekerjaan. “Kalau berlindung di bawah regulasi itu terus, kapan kemudian kita bisa komit dengan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jadi kita minta PU hitung betul berapa waktu yang dibutuhkan sebuah proyek supaya bisa pas sampai akhir tahun selesai,” tandasnya.

Menurut dia, tidak diselesaikannya pekerjaan tepat waktu ini setiap tahun terus berulang tanpa ada upaya dari Dinas PU untuk membenahinya. Salah satu buktinya misalnya, sejumlah pekerjaan pada tahun 2015 lalu, kembali terpaksa dianggarkan di APBD Perubahan 2016 karena tidak juga bisa diselesaikan pada tahun sebelumnya. “Waktu pembahasan klinis APBD Perubahan, kita sudah pertanyakan juga ke PU soal ini. Kami minta mereka memberikan penjelasan resmi mengapa proyek-proyek itu tidak dikerjakan hingga akhirnya kita harus anggarkan di perubahan tahun ini,” sesal politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Selanjutnya ia menyampaikan, pada APBD Perubahan tahun ini Dinas PU dialokasikan anggaran lebih besar lagi. Di mana fokus kegiatannya untuk melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan fisik daerah dalam rangka memaksimalkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. “Anggaran sudah besar, jadi atur dengan baik dan tepat sasaran. Dan bukan soal waktu saja, tapi juga harus lihat sisi kualitasnya. Sebab pekerjaan fisik yang bagus itu, bukan soal tepat waktu saja tapi juga kualitasnya sangat baik,” ungkapnya.

Terakhir Masadi berharap, Dinas PU bisa benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa hingga akhir tahun ini. Termasuk terus membenahi kinerja dinas dengan melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pembangunan yang menjadi tanggung jawabnya. “Pengawasan ini erat kaitannya dengan kualitas. Jadi jangan hanya bisa berikan pekerjaan tapi lemah dalam mengawasinya karena dampaknya buruk bagi kualitas proyek,” imbuhnya. (bug)