Sumbawa Technopark Klaim Miliki Alat Pendeteksi Virus Corona

Asisten Setda Sumbawa, H. Iskandar D, bersama narasumber seminar pencegahan corona di Sumbawa, Jumat, 6 Maret 2020. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Direktur Sumbawa Techno Park (STP), Dr. Arief Budi Witarto, menyebutkan, pemeriksaan virus corona menggunakan alat fasilitas Biosafety Cabinet Class 2 dan Realtime PCR, yang memang ada di Tekno Park. Tetapi selama ini, alat tersebut digunakan untuk tes virus udang dan lain sebagainya.

“Kalau saya bacakan di luar negeri, terutama yang kasusnya sudah banyak kayak di Jepang dan Korea, pemerintah tidak bisa memusatkan di satu tempat. Karena jadi lama. Makanya di daerah yang ada labnya dipersilahkan dan dibantu. Saya di kesempatan ini menyampaikan, kalau nantinya pemerintah pusat berubah kebijakan, kita alat ada, keahlian juga bisa. Maksud kita sih membantu masyarakat. Tapi ini tentu tidak bisa sendiri. Jadi kalau kebijakannya berubah kita sudah siap,” kata Arif usai seminar “Pencegahan dan Antisipasi Menghadapi Virus Corona di NTB”, yang digelar di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 6 Maret 2020.

Iklan

Biaya pemeriksaan virus lanjut Arif, kalau di negara seperti Jepang dan Korea, ditanggung oleh pemerintah pusatnya. Yang tak ingin kasus dimaksud makin mewabah. Diperkirakan biayanya sekitar Rp300 Ribu hingga Rp2 Juta.

“Itu untuk biaya pemeriksaan. Dia positif punya virusnya atau nggak. Yang ditakutkan, orang muda dengan daya tahan tubuh yang masih kuat namun virusnya tetap ada tetapi gak kelihatan sakit. Tapi kalau kita batuk nularin orang. Jadi akan terjadi wabah besar. Jadi kalau orang yang kelihatan ada, kemungkinan ketemu sama orang luar. Karantina saja jangan pergi ke mana-mana disitu saja dua minggu,” jelasnya.

Arif mengklaim, alatnya ada di STP. Tinggal membeli bahan kimianya serta tergantung dari kebijakan pemerintah pusat. “Minimal biar masyarakat tahu, kita ada alatnya. Langsung diketahui positif virusnya atau tidak. Kalau yang dokter gejalanya mirip, tetapi enggak tahu dia virus atau nggak. Gejala saja. Sebenarnya yang paling pasti diperiksa langsung,” tukasnya.

Seminar pencegahan Corona dibuka Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Setda Sumbawa,  Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev.  Yang berharap seminar tersebut dapat menghasilkan langkah langkah dalam mencegah dan menghadapi virus corona. Narasumber seminar dari Dikes NTB, Direktur RSMA, dr Arindra Kurniawan, dokter spesialis paru di RSMA, dan Direktur Sumbawa Techno Park, Arief Budi Witarto. (ind/arn)