Sumbawa Sambut Baik Rencana Investasi di Tanjung Santong

H. Hasan Basri. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa menyambut baik investor yang berencana berinvestasi membangun kilang minyak dan pabrik etanol di Tanjung Santong. Kehadiran investasi ini akan mempercepat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah setempat.

“Kami sangat menyambut baik (investasi di Tanjung Santong red). Kami mendukung untuk menyiapkan,” kata Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, M.M.

Iklan

Pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama instansi terkait, menindaklanjuti pertemuan di Kantor Gubernur yang memutuskan akan memperluas rencana KEK Tanjung Santong. Dari luas awal 300 hektar yang disiapkan Pemkab Sumbawa, menjadi lebih dari 3.000 hektar. Karena adanya rencana investasi kilang minyak dan pabrik etanol.

“Rencana itulah yang membuat pemerintah provinsi ingin mengakomodir dalam kawasan ekonomi khusus,” ujarnya.

Dijelaskannya, awalnya perusahaaan sudah berinvestasi di KEK Palu. Tetapi karena terjadi bencana alam, sehingga investasi mereka harus pindah. Lokasi yang paling dekat dengan alur pelayaran laut internasional di Palu adalah NTB. Saat pihak perusahaan melihat NTB, ada beberapa lokasi yang memungkinkan. Tetapi yang paling siap adalah di Kabupaten Sumbawa yakni di rencana KEK Tanjung Santong. Hal ini tentu menjadi berkah bagi Sumbawa jika rencana investasi tersebut terealisasi.

“Yang kita bicarakan itu adalah persiapan-persiapan, apa yang disiapkan oleh provinsi, apa yang disiapkan oleh Kabupaten, supaya ini terealisasi. Karena kita ingin menyambut dan membuka karpet merah bagi investasi itu, supaya mereka sungguh-sungguh. Karena kita menunjukkan kesungguhan juga. Kita tunjukkan keseriusan kita itu. Alhamdulillah Kabupaten Sumbawa itu sudah melangkah lebih dari kabupaten/kota yang lain dalam menyambut investasi ini. Kita sudah menyiapkan KEK Tanjung Santong,” terangnya.

Proses KEK Tanjung Santong ini, bisa lebih cepat apabila pemerintah pusat langsung turun tangan menetapkan. Tentunya ada pertimbangan kepentingan strategis nasional. Hal inipun sudah didiskusikan bersama pemerintah provinsi.

Kepentingan nasional yang pertama adalah kemandirian energi. Karena jika dilakukan pembangunan kilang minyak baru, maka akan meningkatkan stok BBM Nasional. Kemudian untuk lumbung pangan. Di mana di wilayah Tanjung Santong, adalah penghasil padi dan jagung. Jika terbentuknya KEK akan memperlancar arus distribusi, investasi dan pengolahan. Sehingga bisa memperbaiki nilai jual yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kemudian kepentingan ketiga adalah pariwisata.

“Tiga kepentingan nasional itu yang menjustifikasi KEK Tanjung Santong ini bisa ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Adapun Kabupaten, kata Sekda, mendukung untuk menyiapkan. Pemkab Sumbawa ingin memastikan agar investasi ini juga dirasakan oleh masyarakat, berimplikasi terhadap desa sekitar kawasan agar ada akselerasi pembangunan.

Kemudian dengan adanya investasi bisa membuka lapangan pekerjaan. Baik yang bekerja langsung di tempat investasi, maupun kebangkitan ekonomi di sekitar dengan terbukanya hotel, restoran, dan lainnya yang mendorong perkembangan wilayah. “Mudah-mudahan ini cepat terealisasi,” harapnya.(ind/arn)