Sumbawa Perketat Penanganan Covid-19

H. Hasan Basri. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) -Satgas Penanganan Covid Kabupaten Sumbawa, menggelar Rapat Koordinasi Senin, 28 Desember 2020. Rakor digelar dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Rakor tersebut juga merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Bupati Sumbawa terbaru Nomor 360/570/XII/Pem/2020 tentang Penegasan Pendisiplinan Pelaksanaan Protokol Kesehatan oleh Perorangan, Pelaku Usaha, Pengelola, Penyelenggara atau Penanggung Jawab Tempat dan Fasilitas Umum dalam Kegiatan Perekonomian, Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan di Kabupaten Sumbawa serta menghadapi berbagai potensi kegiatan masyarakat dalam perayaan pergantian tahun (Tahun Baru 2021) di Kabupaten Sumbawa.
Sebagaimana disampaikan Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri, kesimpulan hasil rakor, akan dilakukan penanganan yang lebih diperketat. Dengan mengacu pada pola saat mulai terjadi bencana pandemic covid-19 sekitar bulan April 2020 yang lalu.

“Kami rasakan cara penanganan yang diperketat dan diterapkan pada awal pandemi Covid-19, efektif menekan penyebaran. Ini akan kembali kami lakukan menjelang pergantian tahun dan seterusnya, sambil melihat perkembangan pandemi,” ujar Sekda saat memimpin rapat di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa
Rapat ini dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, yang mewakili Kajari Sumbawa, dan beberapa pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa. Direncanakan besok akan disosialisasikan kemasyarakat edaran menjelang pergantian tahun 2020 ke 2021.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Terpisah, Kepala Biro Humas Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyerukan kepada sejumlah daerah di NTB yang masih berkutat di zona merah penyebaran Covid-19 untuk terus memperkuat kedisiplinan dalam penerapan protokol Covid-19.

“Tidak ada cara lain dan kita semua sudah tahu resepnya adalah dengan menjaga kedisiplinan penerapan protokol Covid-19. Pemerintah melakukan pengawasan dan edukasi, masyarakat juga perlu membuka diri untuk menerima tatanan hidup baru ini,” ujar Najamuddin.

Ia pun mengapresiasi Pemkab Sumbawa yang sejauh ini telah menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan edaran Bupati Sumbawa terbaru Nomor 360/570/XII/Pem/2020. (arn/aan)