Sumbawa Kesulitan Tambah Anggaran Pilkada

H. Junaidi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa kesulitan menambah anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Desember mendatang. Mengingat selain kondisi anggaran yang sudah dilakukan pemotongan, juga sudah direalokasi dan refocusing dalam rangka penanganan covid-19. “Jika dilihat dengan porsi APBD kita agak berat. Karena bagaimanapun beban APBD kita sekarang ini, kan kita terhadap penanganan covid prioritas. Anggaran juga sudah sebagian diambil pusat,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si.

Diungkapkannya, anggaran Pilkada sudah dialokasikan dan tidak diganggu. Anggarannya cukup besar dan sudah melalui pembahasan yang alot.  Bahkan untuk sejumlah kegiatan seperti biaya pertemuan dan perjalanan juga cukup besar. Sehingga dengan anggaran yang ada, pihaknya berharap kepada KPU dan Bawaslu  agar dapat melakukan revisi dan penyesuaian. “Itu kan banyak biaya rapat, SPPD, kami berpikir mungkin bisa dari dana yang dianggarkan bisa dilakukan penyesuaian. Kami berharap merevisi kembali rencana awalnya,” harapnya.

Iklan

Pihaknya juga berharap, KPU dan Bawaslu memahami kondisi APBD dan kreatif mengelola anggaran. Pola ini juga dilakukan oleh OPD dalam merevisi anggaran yang ada. Bahkan termasuk sudah mengambil dan menjadwal ulang anggaran rutin. Harapannya, covid-19 ini tidak berlangsung lama. Di sisi lain agenda Pilkada juga diharapkan tetap berjalan.

“Terhadap kondisi ini tentu kita berharap dengan alokasi anggaran yang sudah dialokasi di APBD murni, bisa dikelola secara kreatif oleh teman di KPU maupun Bawaslu. Kami TAPD atau OPD terkait juga melakukan hal yang sama. Karena bagaimanapun di sini mengalokasikan program kegiatan belajnja yang tidak pernah direncanakan di APBD. Tentu semua kegiatan yang ada dilakukan revisi kembali. Sementara itu kita berharap dengan pos anggaran yang ada, covid-19 tidak berlangsung lama. Agenda nasional ini tentu kita juga berharap bisa berjalan,” pungkasnya. (ind)