Sumbawa Kembali Dilanda Banjir

Mataram (suarantb.com) – Dini hari tadi, Selasa, 14 Februari 2017 pukul 01.45 WITA Kabupaten Sumbawa Besar kembali diterjang banjir. Wilayah yang tergenang di antaranya Kecamatan Moyo Utara dan Kecamatan Moyo Hilir dengan ketinggian 10-30 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Muhammad Rum menyebutkan total warga terdampak di dua kecamatan tersebut berjumlah 3.814 jiwa. Dengan rincian sebanyak 2.571 jiwa terdampak di Kecamatan Moyo Utara dan Kecamatan Moyo Hilir sebanyak 1.243 jiwa. Sementara sebanyak 93 jiwa mengungsi di Gedung Kartika.

Iklan

“Itu dikarenakan rumahnya hanyut karena didirikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan belum siap. Untuk Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir warga mengungsi di rumah panggung milik kerabatnya,” jelasnya.

Banjir di dua kecamatan ini mengakibatkan dua jembatan penghubung antar desa terputus dan talut sepanjang 300 meter serta bronjong di tiga segmen sungai rusak. Sementara itu, banjir Sumbawa mengakibatkan ribuan lahan pertanian terendam.

Di Kecamatan Moyo hilir seluas 1.374 hektar terendam, Moyo Utara 1.639 hektar, Empang 222 hektar, Lape 650 hektar, Maronge 40 hektar, Plampang 255 hektar, Utan 2 hektar dan Moyo Hulu 15 hektar. Selain itu, lahan jagung di Kecamatan Empang seluas 8 hektar juga terendam.

“Kita rencananya besok akan melakukan pembersihan lingkungan di daerah terdampak di Kecamatan Sumbawa, pelayanan kesehatan dan dropping air dan makanan siap saji terutama di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir,” imbuhnya.

“Tantangan penanganan banjir ini adalah fluktuasi genangan banjir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir, karena bertopografi di cekungan dan daerah muara,” tambahnya.

Rum menambahkan air bersih menjadi kebutuhan mendesak warga dikarenakan sumber air PDAM keruh. Selain itu peralatan kebersihan dan disinfektan juga dibutuhkan warga. Bantuan dari daerah lain juga sudah berdatangan, yakni Pemkot Surabaya yang menyerahkan bantuan uang Rp 100 juta dan sembako.

“Hari ini dilakukan pengobatan massal yang dipusatkan di Kecamatan Moyo Utara. Kegiatan dropping air di wilayah terdampak tetap dilakukan, demikian juga penyedotan sumur di daerah terdampak yang sudah airnya surut,” imbuhnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here