Sumbawa Genjot Pajak Hiburan dan Retribusi Pasar

0
Wabup Sumbawa,  H.  Mahmud Abdullah (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa akan mengintensifkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah ini. Menggali dan mencari potensi-potensi sebagai sumber PAD baru. Sekaligus, upaya perbaikan tata kelola pengelolaan PAD yang saat ini sedang dilakukan perubahan pada sektor retribusi daerah.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah pada Paripurna APBD Perubahan, Sabtu,  6 Oktober 2018. Menurutnya, salah satu langkah yang ditempuh, pemberlakuan obyek dan  penyesuaian tarif  melalui revisi perda retribusi yang sudah ditetapkan A3 Agustus 2018. Melakukan pendataan dan pemutakhiran data wajib pajak dan wajib retribusi. Termasuk perubahan regulasi pada sektor pajak hiburan dan retribusi daerah yang berkaitan dengan pengelolaan destinasi wisata. Serta tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

IKLAN

Dalam meningkatkan PAD yang bersumber dari retribusi sektor pariwisata, infrastruktur menuju obyek wisata dapat terbangun termasuk sarana obyek wisata yang belum lengkap untuk dapat dilengkapi. Termasuk obyek wisata Gili Dangar Ode desa Olat Rawa kecamatan Moyo Hilir, obyek wisata Ai Bling dusun Kuang Amo kecamatan Moyo Hulu beserta obyek wisata lainnya.

Terkait optimalisasi penerimaan pasar, terutama pasar Seketeng yang diharapkan dapat diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga dapat disampaikan bahwa untuk saat initidak bisa diserahkan kepada pihak ketiga. Mengingat sistem dan pengelolaannya dibawah UPT Pasar  melalui sistem tagih dan setor setiap hari. Serta adanya perjanjian kontrak antara pedagang dan pemerintah daerah yang masih berlaku hingga saat ini. Upaya meningkatkan PAD dari retribusi pasar dengan melakukan pendataan kembali jumlah pedagang tetap dan tidak tetap serta memberikan kartu pengenal pedagang.

“Kedepan akan diterapkan kartu pedagang berbayar elektronik (e-money) sehingga seluruh potensi dapat dihitung secara cermat,” tukas H. Mo. (arn)