Sumbawa Diharap Menjadi Penghasil Jagung Terbesar di Indonesia

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kementerian Pertanian menantang Pemkab Sumbawa untuk bisa menambah luas areal tanam sekaligus peningkatan produksi jagung. Agar bisa menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DistanTPH) Sumbawa, Tarunawan, S.Sos, kepada Suara NTB, Selasa, 1 November 2016, Dirjen Tanaman Pangan Kementan memberikan alokasi penambahan luas areal tanam hingga 162 ribu hektar pada 2017 mendatang. Dari hanya sekitar 72 ribu hektar yang ada saat ini. Artinya akan ada kenaikan luas areal tanam sebesar 90 ribu hektar.

Iklan

Pihaknya menilai target 162 ribu hektar tersebut masih realistis. Bila melihat potensi lahan di Sumbawa. Dengan estimasi lahan sawah sekitar 76 ribu hektar dan potensi lahan kering termasuk tegalan dan lahan tidur bisa mencapai  200 ribu ton di luar kawasan hutan. Belum lagi dihitung hutan rakyat yang bisa diselingi jagung. “Potensi lahan kita memungkinkan. Namun perjuangannya agak berat. Tapi bisa kalau semuanya kerja keras,” terangnya.

Kalau sasaran dari target 162 ribu ini tercapai, dengan estimasi produksi 8 ton per hektar, maka Sumbawa bisa menghasilkan 1,7 Juta ton jagung sekali panen. Dengan demikian, maka pada 2017 nanti, Sumbawa akan menjadi daerah penghasil jagung terbesar di Republik ini. Saat ini saja, Sumbawa hanya kalah dari Gorontalo. “Dalam waktu dekat, Bupati juga akan presentse di Kementan soal potensi jagung kita, tindak lanjut dari tawaran program pengembangan jagung dalam kunjungan kerja Menko Kemaritiman,” jelas birokrat low profile ini.

Target yang dibebankan Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu, Sumbawa bisa menghasilkan 2 Juta ton jagung per tahun dalam tiga tahun kedepan, masih dianggap realistis. Sebagai salah satu syarat dibangunnya pelabuhan bongkar muat di Teluk Santong. (arn)