Sukseskan WSBK Mandalika, NTB Siapkan Layanan Jemput Pasien Alami Kegawatdaruratan

Pelatihan integrasi PCC dan PSC di RSUD NTB, Kamis, 7 Oktober 2021 dalam rangka persiapan layanan kegawatdaruratan jelang perhelatan WSBK Mandalika. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov melalui RSUD NTB menyiapkan layanan Provincial Command Centre (PCC) dan Public Service Centre di lima kabupaten/kota yang berada di Pulau Lombok. Layanan jemput pasien yang mengalami kecelakaan atau kegawatdaruratan ini dengan tujuan memberikan kemudahan dan pelayanan cepat kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke NTB pada perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika, 19 – 21 November mendatang.

“Tujuannya memberikan kemudahan dan pelayanan yang cepat bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke NTB. Kita kejar sekarang untuk WSBK,” kata Kabid Pelayanan RSUD NTB, dr. Nyoman Wijaya dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Iklan

Dijelaskan, pembentukan PSC di setiap kabupaten/kota merupakan amanat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.19 Tahun 2016 untuk penanganan kegawatdaruratan. Kasus-kasus kegawatdaruratan harus ditangani secara tepat dan bermutu.

Artinya, penanganan pasien yang mengalami kasus kegawatdaruratan tak boleh terlambat dan harus ditangani oleh orang-orang yang tepat. RSUD NTB sendiri membentuk PCC.

“Tujuannya ada command centre yang merespons terhadap kasus kegawatdaruratan yang ada di lapangan,” jelas Nyoman.

Nyoman memberikan contoh, jika di Sembalun ada masyarakat atau wisatawan yang mengalami kecelakaan atau kasus kegawatdaruratan. Masyarakat atau wisatawan tinggal menghubungi contact centre PCC dengan nomor 08001111119.

“Nanti PCC ini menyalurkan laporan ke PSC yang ada di kabupaten/kota. PSC mengontak juga jaringannya atau puskesmas terdekat untuk penanganan gawat darurat,” jelasnya.

Namun, kata Nyoman, PCC dan PSC yang ada di kabupaten/kota bisa langsung menangani pasien yang mengalami kegawatdaruratan. “Kita mempunyai ambulans yang siap bekerja menangani kasus kegawatdaruratan,” imbuhnya.

Pada saat perhelatan WSBK Mandalika, kata Nyoman, selain menontong event tersebut. Pasti ada yang berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok, seperti Sembalun atau kawasan tiga gili di Lombok Utara. “Kalau ada kejadian kegawatdaruratan, itu  tugas PCC dan PSC,” terangnya.

Pada Kamis, 7 Oktober 2021, kata Nyoman, RSUD NTB menggelar pelatihan untuk mengintegrasikan layanan PCC dan PSC. Disebutkan, telah terbentuk 5 PSC di kabupaten/kota yang ada di Pulau Lombok. Pembentukan 5 PSC di Pulau Lombok, karena dalam waktu dekat digelar WSBK di Sirkuit Mandalika.

Namun, kata Nyoman, setelah perhelatan WSBK Mandalika, PSC juga akan dibentuk di kabupaten/kota yang berada di Pulau Sumbawa. Ia memastikan kesiapan RSUD NTB bersama jejaringnya di kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan kegawatdaruratan saat perhelatan WSBK Mandalika.

“Lima kabupaten/kota sudah siap memberikan pelayanan untuk WSBK,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes., M.H., mengatakan pihaknya terus mempersiapkan Medical Centre yang berada di Sirkuit Mandalika dan pembangunan helipad di depan IGD RSUD NTB.

Ia memastikan kesiapan sudah di atas 90 persen untuk menyambut WSBK. Untuk WSBK Mandalika, jumlah tenaga medis yang disiapkan sebanyak 400 orang.

Di dalam sirkuit diterjunkan sebanyak 100 tenaga medis. Kemudian di luar sirkuit sebanyak 200 orang. Selain itu juga disiapkan 100 tenaga medis untuk back up. ‘’Sehingga total 400 tenaga medis disiapkan untuk WSBK,’’ kata pria yang biasa disapa Dokter Jack ini.

Sebanyak 400 tenaga medis yang disiapkan merupakan kolaborasi RSUD NTB dengan RSUD Kabupaten/Kota dan RS Swasta yang ada di NTB. “Kita buat tim yang mumpuni dan profesional,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan helipad di RSUD NTB sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk FIM dan MGPA. Dokter Jack mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemenhub membantu daerah dalam percepatan perizinan pembangunan helipad tersebut. Helipad yang dibangun dengan ukuran 20×20 meter, berada di depan IGD RSUD NTB. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional