Sukseskan Kampung KB,  Desa Berikan Anggaran Secara Khusus

Foto bersama setelah pengalungan selendang kepada para narasumber sebagai ucapan selamat datang oleh kepala desa Karang Bajo. Dalam acara Sosialisasi advokasi dan KIE program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/3) kemarin. Tampak Sekretaris sekaligus Plh Kepala Perwakilan BKKBN NTB Drs. Samaan M.Si (paling kiri), Wakil ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena MHS (dua dari kiri) serta Kepala Bidang Advokasi Penggerakan Informasi (Adpin) BKKBN Provinsi NTB sekaligus ketua panitia, Drs. Samsul Anam, M.Ph (paling kanan)

Perwakilan BKKBN NTB Bersama Mitra Kerja Berikan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK

Tanjung (Suara NTB) – Sosialisasi advokasi dan KIE program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) makin gencar dilakukan kepada masyarakat yang ada di Pulau Lombok. Selasa (12/3) kemarin, Perwakilan BKKBN NTB bersama Mitra kerja Komisi IX DPR RI  menggelar sosialiasi di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Desa Karang Bajo sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk pelaksanaan program KB di desa tersebut.

Iklan

Kepala Desa Karang Bajo Kabupaten Lombok Utara, Karyadi S.IP mengatakan, pemerintah desa sudah mengalokasi anggaran khusus untuk pelayanan dasar masyarakat. Dana yang dialokasikan melalui APBDes itu sebesar Rp151 juta pada tahun 2019 ini. Pengalokasian anggaran ini dilakukan, karena program layanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini juga merupakan arahan dari pemerintah pusat.

‘’Kami Desa Karang Bajo dalam pencanangan Kampung KB,  menyumbangkan anggaran APBDes dalam pelaksanaan KB di Desa Karang Bajo. Ya,  walaupun masih direvisi beberapa APBDes yang belum bisa kami tetapkan. Itu yang sesuai dengan rancangan dari teman-teman selaku pokja Kampung KB kalau tidak salah sebesar Rp151 juta sudah dialokasikan dan akan dilaksanakan tahun 2019 ini,”ungkapnya.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengevaluasi APBDes semua desa dan akan direvisi kembali jika tidak ada alokasi anggaran untuk pelayanan sosial dasar. Ini artinya, alokasi anggaran di Desa Karang Bajo lebih banyak diarahkan untuk memenuhi usulan masyarakat yang bersifat sosial  dasar. ”Selalu mengutamakan usulan masyarakat yang sifatnya sosial dasar. Sehingga kami harapkan semua masyarakat untuk betul-betul melaksanakan dan dipandu oleh petugas,’’katanya.

Sosialisasi yang digelar memberikan dampak yang positif kepada masyarakat setempat.  Diakuinya, selama ini masyarakat di Desa Karang Bajo memiliki keterbatasan informasi dan wawasan tentang Kampung KB. Sehingga, dari sosialisasi yang digelar ini maka masyarakat bisa mengetahui hak dan kewajibannya dalam melaksanakan Kampung KB. ‘’Akan mungkin bertambah pengetahuan ataupun wawasan kami dengan apa yang akan disampaikan oleh Ibu Wakil Ketua Komisi IX.  Karena  keterbatasan pengetahuan kami,  tentang  informasi  advokasi  KB ini belum maksimal,’’ujarnya.

Arahan Sekretaris sekaligus Plh Kepala Perwakilan BKKBN NTB Drs. Samaan M.Si pada acara sosialisasi tersebut, meski program KB sudah berjalan puluhan tahun, namun kegiatan sosialisasi masih sangat perlu dilakukan bagi bapak/ibu yang ada di pedesaan. Karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program tersebut. Melalui program KB, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

‘’Karena program KB belum seluruhnya sampai ke pelosok-pelosok. Meskipun program KB sudah puluhan tahun berjalan tapi ada yang masih perlu berikan advokasi mengenai program KB.  Program KB kita dukung  untuk meningkatkan kualitas SDM,’’ katanya.

Terlebih lagi saat ini sudah masuk era digital. Sehingga jika kemampuan manusia tidak ditingkatkan maka akan ketinggalan dan tidak mampu bersaing dengan yang lain. Selain itu, program pemerintah dalam bidang pembangunan saat ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat terutama di Kabupaten Lombok Utara. Di mana, jembatan dan infrastruktur lainnya sudah banyak yag terbangun. Sehingga hal ini sangat memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. ‘’Kita sekarang berada di tahun 2019. Mungkin bapak/ibu pernah dengar era digital, dimana pada era ini kemampuan SDM sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas semua bidang. Kalau bapak/ibu tidak memanfaatkan teknologi yang ada maka akan ketinggalan,’’ kata Plh Kepala Perwakilan BKKBN NTB Drs. Samaan M.Si

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX  DPR RI Hj. Ermalena MHS mengajak masyarakat untuk berdialog dan menanyakan apakah sudah mengikuti program KB atau tidak. Dia juga mengatakan melalui program KB, maka jumlah penduduk bisa dikendalikan sehingga kualitas SDM akan meningkat. Saat ini yang terjadi, banyak tenaga kerja dari luar daerah yang bekerja di Kabupaten Lombok Utara. Ini mengindikasikan, bahwa kualitas SDM masih kalah bersaing dengan yang lain.

‘’BKKBN bukan ingin membatasi. Coba bayangkan, seandainya kita punya anak banyak. Bisa tidak kita sekolahkan anak dengan baik  ? Walaupun kita mampu. Kalau tidak bersekolah, bisakah dapat ijazah dan berkerja ?  Tentu  tidak.  Kalau kita mau menjadi orang hebat kita harus menyelesaikan pendidikan setinggi mungkin. Lombok Utara daerah pariwisata tapi yang kerja orang luar. Kita harus menjadi raja di kampung kita sendiri,’’ujar Ermalena menyemangati para para peserta.

Selain pengendalian penduduk, Ermalena juga menekankan agar mencegah pernikahan dini. Karena banyak persoalan yang akan timbul seperti stunting, kemiskinan, putus sekolah dan lainnya. Keberadaan Kampung KB di Desa Karang Bajo ini diharapkan bisa menyelesaikan persoalan – persoalan tersebut. Sehingga generasi kedepan bisa lebih hebat.

‘’Kampung KB kedepan diharapkan mampu memberikan solusi,  termasuk permasalahan pernikahan dini. Masih banyak yang nikah kecil-kecil. Mentalnya belum siap. Kalau  kecil – kecil sudah menikah dan hamil  apakah bisa dia mendidik anaknya dengan baik ?  Tentu tidak, karena dia tidak punya ilmunya,’’katanya.

Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah doorprize kepada para peserta sosialisasi, menyerahkan laptop kepada Kampung KB dan menyerahkan werless kepada pengurus masjid. Adapun hadiah yang disiapkaan yaitu  oven,kipas angin, rice cooker dan beberapa hadiah menarik lainnya. (azm/*)