Sukses, Pelaksanaan Bau Nyale Tetap Dievaluasi

Meski matahari sudah terbit, masyarakat masih mencari nyale di sela-sela batu karang di Pantai Aan Loteng. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale tahun 2020 ini, terbilang sukses. Kendati demikian, evaluasi terkait pelaksaan event nasional ini tetap akan dilakukan, terutama soal waktu pelaksanaan puncak perayaannya. Karena tahun ini, puncak pelaksanaan Bau Nyale waktunya sedikit meleset dari yang seharusnya.

Di mana nyale (cacing laut) yang diharapkan, hanya sedikit yang keluar dan bisa ditangkap oleh pengunjung. Pasalnya, sejak dua hari yang lalu nyale sebenarnya sudah banyak keluar. “(Soal waktu pelaksanaan Bau Nyale) ini juga menjadi bagian dari rencana yang akan dievaluasi,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., Sabtu, 15 Februari 2020.

Iklan

Diakuinya, ada sedikit kekecewan dari masyarakat pengujung bau nyale, karena nyale hanya sedikit yang keluar, tapi ada. Hal itu disinyalir, salah satunya karena penetapan waktu puncak perayaan bau nyale yang sedikit meleset dari waktu yang semestinya.

Untuk itu, ada rencana pada pelaksanaan bau nyale tahun depan konsepnya akan sedikit diubah. Khususnya soal waktu pelaksanaan bau nyale itu nantinya akan diperpanjang dan tidak hanya sehari. “(Konsep) tetap kayak sekarang. Tapi untuk bau nyale-nya diberikan interval waktu. Karena nyatanya nyale tidak hadir (keluar) satu hari saja,” sebutnya.

Selain itu, untuk pelaksanaan festival bau nyalenya bisa jadi ikut diperpanjang, sehingga model kegiatan event bau nyale tidak lagi hanya berupa festival saja. Tetapi bisa saja berupa event bulan pesona yang interval waktu pelaksanaannya lebih panjang dari yang sekarang dan dari pelaksanaan sebelum-sebelumnya.

Tapi yang penting sekarang, pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale berlangsung sukses dan lancar tanpa ada gangguan berarti. Masyarakat pengunjung bau nyale juga cukup terhibur dengan berbagai kegiatan yang digelar selama perayaan berlangsung, baik itu sejak awal pembukaan event hingga pelaksanaan puncak perayaan bau nyale.

Sementara itu, meski perayaan puncak bau nyale digelar di kawasan Pantai Tanjung A’an, kawasan Pantai Seger tetap menjadi favorit masyarakat untuk menangkap nyale yang selama ini dikenal sebagai lokasi perayaan bau nyale. Di sana puluhan ribu pengujung tumpah ruah memadati area yang bakal menjadi lokasi gelaran balap MotoGP di tahun 2021 mendatang.

Selain di kawasan itu, kawasan Pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat juga tidak kalah ramai. Hingga ke kawasan Pantai Torok Aik Beleq Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). “Masyarakat juga menggelar kegiatan bau nyale di kawasan Pantai Torok Aik Beleq,” aku Camat Praya Barat Daya, Zaenul Mustakim.

Dan, bukan hanya pada tahun ini saja. Sejak lama masyarakat di wilayah tersebut juga menggelar kegiatan bau nyale, karena bau nyale tidak digelar hanya di satu titik lokasi saja. Tetapi hampir di sepanjang kawasan Pantai Loteng bagian selatan. (kir)