SUKMA, Pilihan Hati Masyarakat Lotim

Mataram (Suara NTB) – Pasangan Calon Bupati H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi atau SUKMA menjadi jawara dalam Pilkada Lombok Timur (Lotim) 2018. SUKMA berhasil tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara yang terbesar versi hitung cepat.

Hasil hitung cepat itu terlihat berbanding lurus juga dengan hasil perhitungan tim sukses SUKMA yang diperoleh dari saksi-saksi di tingkat TPS. Yakni SUKMA unggul jauh 41,76 persen atau 261.890 suara dari 627.166 suara di 1.969 TPS (-58). Terbanyak kedua dicatat pasangan H. Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwainy atau Harum dengan perolehan 27,19 persen, pasangan H. M. Syamsul Luthfi dan H. Najamudin Moesthofa atau Fiddin pada urutan ketiga dengan perolehan 26,06 persen. Terakhir perolehan pasangan Ali Masadi dengan Putrawan Habibi atau Al Habib dengan perolehan 4,99 persen.

Iklan

M. Sukiman Azmy yang dikonfirmasi di kediamannya Kamis, 28 Juni 2018 mengemukakan, hasil penghitungan cepat ataupun yang disajikan dari tim pemenangan tidaklah menjadi pedoman. Hasil yang sebenarnya adalah dari penghitungan manual Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepada seluruh pendukungnya diminta untuk menunggu keputusan resmi KPU. ‘’Kita hormati KPU,’’ ajaknya.

Secara teori katanya, apa yang disampaikan lembaga survei yang telah melakukan hitung cepat tidak jauh beda dengan hasil sebenarnya. Klaim sementara kemenangan ini diminta tidak disambut dengan cara berlebihan. Tegas kata H. M. Sukiman yang juga mantan Bupati Lotim memerintahkan pendukungnya untuk tidak konvoi di jalan-jalan. Arahannya kepada seluruh pendukung lebih baik datang ke masjid untuk salat berjamaah dan sujud syukur.

SUKMA tampil sebagai pemenang terang Sukiman murni bermodal semangat. Kemampuan finansial akunya sangat terbatas. Sehingga saat kampanye, bukan bibir yang bicara. Pasalnya, kalau yang bicara hanya bibir, hanya mata dan telinga saja yang mendengar. Yang bicara adalah hati. Hati yang menggerakkan mulut berbicara sehingga yang lain pun bisa turut menyaksikan.

SUKMA itu adalah hati. Kemenangan SUKMA karena pilihan hati masyarakat Lotim. Para pemilih tetap istiqomah memilih SUKMA. Rakyat memilih dengan hati meski digempur dengan sembako namun tetap bergeming.

Hal senada diungkap H. Rumaksi. Ditemui Suara NTB secara terpisah, mantan anggota DPRD NTB ini mengatakan kemenangannya adalah kemenangan rakyat Lotim. Pasangan yang memilih tidak menggelar kampanye akbar meski diberikan kesempatan ini menjadi pilihan rakyat dengan perolehan suara yang cukup signifikan.

Pilihan tidak kampanye besar-besaran karena dinilai kurang efektif. “Saya sudah lama bergelut di politik, sudah sering menjadi tim sukses. Kampanye akbar itu lebih banyak mudaratnya dari manfaatnya,” katanya.

 

Program Prioritas

Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lotim terpilih, pasangan SUKMA ini mengaku akan menghadapi masalah yang cukup kompleks. Memimpin daerah yang menjadi barometer NTB. Kata Sukiman Azmy, Lotim masih memiliki masalah yang multi kompleks. Solusi atas masalah-masalah yang masih kompleks itu, pasangan ini sudah merancang sejumlah program prioritas dengan cita-cita besar makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebut Sukiman Azmy Lotim masih rendah. Tahun 2008 lalu, pada periode pertama menjadi Bupati  Lotim, Sukiman menyebut IPM Lotim berada pada urutan ke 9 dari 10 kabupaten/kota se NTB. Berhasil diturunkan ke posisi 7 namun naik lagi ke posisi 8.

Berdasarkan fakta ini katanya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diatasi. Disyukuri, Bupati Ali BD sudah berhasil membangun infrastruktur dan hal-hal lain di Lotim. Akan tetapi sifatnya masih sporadis. Terlihat infrastruktur sudah membaik di Labuhan Haji,Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik, Sikur dan Pringgasela. Lainnya, lebih khusus di wilayah Lotim Utara dan Selatan belum banyak tersentuh.

Pringgabaya, Suela, Sambelia, di bagian utara belum banyak disentuh. Selatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru juga belum banyak berubah. Persoalan infrastruktrur di kawasan Selatan dan Utara yang belum disentuh ini akan menjadi prioritasnya. Mulai dari jalan, rumah kumuh, ketersediaan air bersih dan lainnya. Sedangkan daerah-daerah yang sudah baik infrastrukturnya, katanya tinggal diberikan bantuan permodalan untuk meningkatkan perekonomiannya. Prinsip apa yang sudah baik akan dilanjutkan oleh pasangan SUKMA.

Komitmen SUKMA, masalah infrastruktur dasar akan menjadi perhatian utama. Semisal jalan yang semakin bagus akan membuat rakyat senang. Roda perekonomian akan berjalan baik. Lotim bagian selatan yang saat ini masih banyak mengeluhkan persoalan air pun akan segera dituntaskan. Air bisa mengalir sepanjang hari, listrik bisa menyala sepanjang malam dan jalannya mulus sepanjang jalan.

  1. Rumaksi menambahkan, hal itu akan digambarkan dalam RPJMD dan dituangkan realisasinya tiap tahunnya dalam dokumen RKPD. Kompleksitas masalah Lotim sambung H. Rumaksi ini terlihat juga dari sisi masih tingginya kemiskinan dan pengangguran.

APBD Lotim diketahui hanya Rp2,5 triliun. Sebagian besar APBD itu bersumber dari dana transfer pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus digenjot untuk bisa meningkatkan sumber pendapatan untuk selanjutnya digunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menangani masalah kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten. Bupati dan Wakil Bupati tidak akan bisa tanpa sinkronisasi program dari pemerintah pusat dan provinsi.

Masih banyaknya angka kemiskinan di daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB ini dinilai Rumaksi ada yang kurang tepat sasaran pengentasannya. Masalah data orang-orang miskin harus diselesaikan sehingga benar-benar bisa tepat sasaran. Sinkronisasi program pusat hingga provinsi bisa menjadi salah satu jawaban. Program pengentasan kemiskinan menjadi lebih linier dan lebih akseleratif. (rus)