Suhu Udara di NTB Terasa Makin Panas, BMKG Sebut Dipicu Transisi Musim

0
Ilustrasi suhu panas (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –Masyarakat di NTB merasakan suhu udara terasa makin panas belakangan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid menyebut suhu panas yang dirasakan itu dipicu masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, NTB, Ari Wibianto dihubungi, Sabtu, 14 Mei 2022 menyampaikan, terkait dengan suhu panas terik yang akhir-akhir ini dirasakan oleh masyarakat NTB, penyebabnya dipicu oleh beberapa hal. Antara lain, saat ini wilayah NTB sudah memasuki masa transisi menuju musim kemarau.

IKLAN

Pada saat musim kemarau potensi terjadinya pertumbuhan awan semakin berkurang sehingga menyebabkan potensi hujan di wilayah NTB tidak akan sebanyak pada saat musim penghujan kemarin. “Tutupan awan pada umumnya dapat mengurangi radiasi matahari secara langsung ke permukaan bumi,” jelasnya.

Selain itu, kondisi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah di wilayah NTB dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi. Dengan begitu, akan menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Namun ia menekankan, sebagai catatan suhu panas terik yang terjadi di NTB dan sebagian wilayah Indonesia lainnya bukanlah fenomena gelombang panas. Melainkan fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.

Dikutip dari keterangan tertulis BMKG, Menurut World Meteorological Organization (WMO), Gelombang Panas atau dikenal dengan “Heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

Sementara itu, untuk suhu rata-rata harian pada bulan Mei, daerah dengan suhu tertinggi di NTB saat ini ada di wilayah Kabupaten Bima. Abi merincikan, suhu rata-rata di Lombok berkisar 27,0°C dengan suhu maksimum mencapai 33,1°C dan suhu minimum 23.5°C. Di Sumbawa berkisar 27,4°C dengan suhu maksimum mencapai 33,0°C dan suhu minimum 23.7°C. Dan, di Bima berkisar 27,5°C dengan suhu maksimum mencapai 33,7°C dan suhu minimum 23.8°C

“Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan penuhi kebutuhan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari,” sarannya. (ron)

IKLAN