Suherman Kembali Pimpin KONI Lobar, Minimnya Anggaran dan Regenerasi Atlet Jadi PR

Ketua dan pengurus KONI Lobar periode 2020-2024 foto bersama dengan Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto dan Kapolres Lobar, AKBP Bagus Satriyo Wibowo. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Komite Olahraga Nasional Indonesia Lombok Barat (Lobar) melakukan musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab) di Hotel Aruna Senggigi, Sabtu, 12 Desember 2020. Dalam Musorkab ini, H. Suherman kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum KONI Lobar periode 2020-2024. Beberapa hal yang menjadi perhatian pengurus KONI ke depan, yakni masih minimnya dukungan anggaran dari Pemda dan regenerasi atlet.

Suherman didapuk sebagai Ketua Umum KONI Lobar secara aklamasi karena menjadi calon tunggal dalam pemilihan kali ini. Pimpinan sidang langsung mengetuk palu menetapkan Suherman sebagai Ketua Umum KONI Lobar periode 2020-2024 dan forum menyatakan setuju. Hal ini setelah mendapat dukungan 25 dari 30 pengurus cabang olahraga. Sehingga Suherman dilantik langsung sebagai Ketua Umum KONI Lobar periode 2020-2024 yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi NTB, H. Andy Hadianto disaksikan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo dan seluruh forum pengurus cabang olahraga.

Pasca dilantik menjadi Ketua Umum KONI Lobar, Suherman mengucapkan terima kasih kepada para pengurus cabang olahraga yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya untuk periode yang kedua. “Ke depan kita, KONI Lobar harus lebih bekerja keras lagi untuk memajukan olahraga di Kabupaten Lombok Barat,” katanya.

Sedangkan terkait anggaran, ke depannya baik eksekutif dan legislatif agar bisa lebih bersinergi.”Kita di KONI Lobar selalu kalah dengan Kabupaten/Kota lainnya yang dua kali lipat anggarannya dibanding kita yang selalu lebih sedikit anggarannya. Kita berharap anggaran ini bisa ditambah intinya untuk memajukan cabang olahraga,” imbuhnya.

Diakui, untuk tahun 2021 banyak kalender olahraga, salah satunya PON dan Oimpiade.”Kebetulan atlet kita ikut di PON untuk yang kedua kalinya yakni Zigi Ahmad Zaresta dan Putu Dini. Dan untuk Olimpiade yang ikut Zigi Ahmad Zaresta cabang karate,” jelasnya. Dia mengatakan, jika atlet mendapat medali, maka ada bonus. Biasanya atlet yang mendapatkan medali emas diberikan bonus Rp25 juta, perak Rp15 juta dan perunggu Rp10 juta.

“Ke depan, kepada 30-an pengurus cabor yang lainnya kita lebih bekerja sama, jangan hanya orang itu saja yang bekerja sehingga KONI Lobar lebih berprestasi,” harapnya.

Selama kepengurusan 2016-2020, KONI Lobar menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp. 5.780.000.000. Dengan rincian Tahun 2016 sebesar Rp. 400.000.000, Tahun 2017 sebesar Rp. 720.000.000, Tahun 2018 sebesar Rp. 250.000.000, Tahun 2019 sebesar Rp. 1.750.000.000 dan Tahun 2020 sebesar Rp. 500.000.000.”Anggaran kita untuk Tahun 2021 sekitar Rp 950.000.000. Dengan anggaran minim, tapi kita mampu berprestasi, itu yang luar biasa,”tukasnya.

Selain itu, pekerjaan rumah KONI Lobar ke depan adalah regenerasi atlet. Karena tidak bisa para atlet berprestasi Ikut kejuaraan karena terkendala usia.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi NTB, H. Andi Hadianto mengatakan bahwa para pelaku olahraga ini mau berbuat dan berpikir untuk meluangkan waktunya demi jayanya sang Merah Putih. “Kita di Lobar sudah membuktikan itu dengan Zigi Ahmad Zaresta dan Putu Dini yang sudah berkali-kali mengibarkan bendera merah putih di ajang SEAGames maupun ASEAN Games. Dan ini merupakan pencapaian prestasi yang luar biasa,” katanya.

Ke depan, mestinya ditunjukkan semangat bahwa sekarang ada dua atlet, dan seterusnya ada tiga atlet Lobar yang akan mengibarkan bendera merah putih di ajang olahraga nasional maupun internasional. “Saya mengapresiasi KONI Lobar baru kali ini pemilihan pengurus dalam satu hari langsung dilantik dan belum pernah terjadi pemilihan pengurus di Kabupaten/Kota lain seperti ini. Artinya apa acara Musorkab rapi, tertib dan tidak ribut,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyampaikan sesuai tema Musorkab, sekarang Lombok Barat sudah bisa menelurkan atlet di tingkat nasional, regional bahkan dunia. “Untuk meningkatkan itu, ada beberapa yang harus kita lakukan, pertama harus fokus dan jangan semua olahraga di sama ratakan. Misalnya sepak bola seratus milia saja, kemungkinan juga tidak akan bisa juara nasional. Tetapi kalau kita fokus di karate, voli pantai, atletik, biaya satu miliar Insya Allah mereka atlet yang kita bina itu bisa akan memberikan kebanggaan, apalagi potensi itu sudah kita miliki,” katanya.

Menurut dia, intinya fokus dan identifikasi potensi-potensi para atlet kemudian dibina tanpa melupakan cabang olahraga yang lain. Karena tujuannya sama memberikan kebanggaan terhadap daerah, bangsa dan negara. “Selama ini pembiayaan kegiatan olahraga di atas 90 persen dan bahkan 100 persen pembiayaan itu dari anggaran daerah. Saya mengucapkan selamat kepada Ketua Umum KONI Lobar yang baru saja terpilih dan dilantik. Jaya terus olahraga Lobar, mari bersama-sama kita tegakkan panji-panji olahraga dan tentunya juga nilai-nilai keolahragaan yang menjadi karakter dalam keseharian,” tutupnya. (her)