Sudah Normal, Sungai yang Terpapar Air Asam Tambang Batu Hijau

Taliwang (Suara NTB) –  Manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menyebutkan bahwa  beberapa sungai yang terpapar limpasan asam tambang di Batu Hijau, yang terjadi beberapa hari yang lalu sudah kembali normal. Baik itu kualitas airnya, maupun kondisi biota yang ada di sungai yang terkena limpasan tersebut.

General Supervisor Komunikasi PT AMNT, H. Ruslan Ahmad, kepada wartawan belum lama ini, tidak memungkiri adanya limpasan air asam tambang yang menyebabkan beberapa biota mati mendadak. Namun pasca terjadinya limpasan air asam  tersebut, tim tanggap darurat PT AMNT langsung bergerak cepat guna melakukan penanggulangan supaya air limpasan asam ini tidak menyebar lebih luas lagi.

Iklan

Hal tersebut dilakukan, setelah sebelumnya melakukan koordinasi dan arahan dari tim teknis dari pemda KSB. Meskipun kondisinya saat ini sudah berangsur normal, namun pihaknya bersama dengan stakeholder lainnya tetap akan melakukan pengawasan.

“Kondisi saat ini sudah tidak terjadi limpasan air asam tambang lagi dan kondisi kualitas air dan biota sungai sudah kembali normal,” sebutnya.

Dia menyebutkan, terjadinya limpasan air tersebut terjadi setelah curah hujan yang menimpa Sumbawa Barat dan beberapa wilayah lainnya sangat tinggi. Karena curah hujan yang sangat tinggi dan melebihi kapasitas tampung struktur pengendali sedimen operasi tambang, maka terjadilah pelimpasan air ini ke sungai Sejorong dan Tongoloka.

Kejadian tersebut tetap akan menjadi perhatian pihaknya supaya di setiap musim penghujan tiba pelimpasan ini tidak terjadi lagi.

“Limpasan tersebut terjadi karena adanya faktor alam dengan curah hujan yang tinggi. Tetapi kami akan tetap berupaya kembali untuk memperbaiki sedimentasi yang ada,” ujarnya. Sehingga setiap musim penghujan tiba, masyarakat yang berada wilayah dam tersebut tidak was-was lagi dengan adanya limpasan air asam tambang ini.

Sementara itu, Camat Sekongkang Syarifuddin mengatakan, kondisi sungai saat ini sudah berangsur normal kembali. Namun demikian, masyarakat yang ada di wilayah tersebut masih tetap merasa was-was dengan kondisi sungai sebelumnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada manajemen PT AMNT untuk turun lagi ke wilayah yang terkena dampak untuk memberikan sosialisasi. Sosialisasi ini dimaksudkan, supaya masyarakat tidak enggan lagi mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.

“Memang kondisi air sungai yang ada di Sejorong dan Tongoloka sudah berangsur normal. Tetapi perlu ada sosialisasi kembali terkait dengan kondisi terbaru dari sungai ini,” ujarnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here