Strategi Ahyar-Mori Mendongkrak Pertanian dan Peternakan

Mataram (Suara NTB) – Pariwisata dan Pertanian. Dua sektor ini adalah mesin pendorong utama bagi perekonomian dan pendapatan masyarakat di Provinsi NTB. Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori) menyadari pentingnya dua sektor ini. Mereka pun menyiapkan strategi atau janji kerja untuk menjamin sektor ini bisa dikelola demi kemaslahatan masyarakat NTB.

Selama ini, sektor pertanian memang telah lama menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi NTB. Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 saja sektor pertanian telah menyumbang sebesar 22,86 persen untuk NTB.

Iklan

Sementara, jika kita lihat dari data terbaru pertumbuhan ekonomi hingga triwulan ke II pada tahun 2017 kemarin, sektor pertanian ternyata memberikan kontribusi yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya yakni sebesar 23,16 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen.

“Sehingga, dari berbagai potensi alam yang dimiliki oleh NTB terutama pada bidang pertanian maka sudah seharusnya tren positif ini bisa terus kita pertahankan dengan baik bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya,” demikian pasangan Ahyar-Mori dalam laman Facebooknya.

Pasangan Ahyar-Mori meyakini, investasi di sektor pertanian adalah investasi yang riil dan banyak menyerap tenaga kerja. Dengan cara terus memanfaatkan berbagai peluang-peluang investasi sektor pertanian yang akan mampu digarap dengan baik dan lebih kreatif melalui inovasi-inovasi yang akan diciptakan kedepannya, demi kesejahteraan bersama seluruh masyarakat NTB.

Oleh karena itu, pasangan Ahyar-Mori telah mencanangkan berbagai program pada bidang pertanian dan peternakan, dengan tujuan untuk mewujudkan masa depan NTB sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian yang unggul di masa depan.

Adapun program tersebut antara lain ; pertama, kartu petani bersubsidi. Seperti diketahui, saat ini petani di NTB memang kerap kali berhadapan dengan beragam kesulitan. Mulai dari persiapan musim tanam, hingga pasca panen, petani selalu membutuhkan dukungan, khususnya subsidi.

Berbagai dukungan pemerintah, mulai dari subsidi pupuk, benih dan lain sebagainya kerap belum efektif. Program kartu petani bersubsidi, diyakini bisa menjadi jalan keluar untuk memastikan bahwa subsidi bisa semakin dirasakan manfaatnya dalam memajukan kehidupan petani.

Program kedua adalah, bantuan teknologi pertanian modern. Seperti diketahui, saat ini sektor pertanian di Indonesia dan NTB pada khususnya, masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Sebagai sebuah industri, pertanian kita belum ditopang dengan adanya teknologi yang memungkinkan petani menikmati proses bertani yang lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya dukungan berupa bantuan teknologi pertanian, diharapkan para petani NTB bisa merasakan efektivitas dan efisiensi bertani yang membuat kehidupannya menjadi lebih maju.

Program ketiga adalah menyediakan fasilitas alat tangkap modern untuk nelayan. Seperti halnya petani, nelayan juga membutuhkan dukungan teknologi dalam kerja-kerjanya. Adanya dukungan teknologi bisa membuat produktivitas tangkap nelayan lebih meningkat. Berbekal fasilitas alat tangkap yang labih baik, pada gilirannya, pendapatan nelayan akan meningkat.

Program keempat adalah mengembangkan industri pengolahan hasil produksi pertanian, perikanan dan peternakan. Untuk diketahui, industri pengolahan merupakan kelanjutan dari strategi ekonomi yang dikembangkan di NTB saat ini.

Sekarang ini, NTB telah mencapai kemajuan dalam meningkatkan produksi berbagai komoditas pertaniannya. Mulai dari beras/padi, sapi, jagung hingga rumput laut.

Pengembangan industri pengolahan akan memastikan komoditas-komoditas tersebut bisa diolah menjadi barang siap konsumsi, yang sudah pasti memiliki nilai jual yang jauh lebih  tinggi. Masyarakat NTB, akan lebih makmur karena memperoleh peningkatan nilai dari komoditas-komoditas tersebut.

Strategi pamungkas Ahyar-Mori di sektor ini adalah menjamin pembelian hasil produksi pertanian (padi dan gabah) saat musim panen. Seperti diketahui, saat ini petani padi seringkali merugi karena nilai jual padi/gabah anjlok di musim panen. Dengan strategi ini, pasangan Ahyar-Mori bisa melindungi petani dari ancaman kerugian.

“InshaAllah, semoga program-program ini dapat kami wujudkan demi kebaikan semua masyarakat NTB,” pungkas mereka. (tim)